RADARJOGJA.CO.ID – Ketua Umum PSSI Letjend Edy Rahmayadi sudah menyiapkan berbagai konsep untuk meningkatkan tim nasional. Mulai dengan naturalisasi pemain, peningkatan kualitas kompetisi, sampai dengan seleksi dari setiap asosiasi provinsi (Asprov).

Khusus untuk yang terakhir dengan seleksi pemain setiap Asprov tersebut, sebenarnya bukanlah pekerjaan baru. Khusus di DIJ, menurut Ketua Hadianto Ismangoen, kondisi itu miris. Sebab, banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Dalam rapat kerja Asprov PSSI DIJ 2017 di Monumen PSSI DIJ, Minggu (29/1), ada beberapa evaluasi dan sorotan dalam kinerja pengurus jika ingin menjawab tuntutan Ketum Edy Rahmayadi. Dokter Antok mengatakan, kompetisi di internal Askab dan Askot di bawah Asprov PSSI DIJ belum berjalan sempurna. Terbukti hampir tiga tahun Piala Asprov PSSI DIJ vakum digelar.

“Ada yang tidak selesai mengadakan kompetisi internal. Kompetisi tidak berjalan baik,” ujarnya kemarin (29/1).

Dia mengharapkan, organisasi harus berjalan sehat. Disamping perhatian dari pemda untuk perkembangan persepakbolaan. Selanjutnya, pengurus perlu memiliki totalitas untuk bekerja menjalankan organisasi. “Kalau kendalanya pendanaan sudah menjadi masalah klasik. Namun, bukan berarti tidak bisa dicarikan solusi lain,” tegasnya.

Dia berharap, dari tiap Askab dan Askot perlu introspeksi untuk disusun kembali program kompetisi internal. Dicarikan penyelesaiannya dan bisa melihat dampak jika kompetisi mandek. (riz/eri)