RADARJOGJA.CO.ID – Bupati Bantul Suharsono terus menunjukkan ke tegasannya dalam rangka penataan pegawai dan organisasi pemerintahan. Kali ini dua petugas tempat pemungutan retribusi (TPR) Pantai Parangtritis yang menjadi sorotannya.

Bagaimana tidak, dua orang itu, Maryanto dan Susanto, terkena operasi tangkap tangan (OTT) tim Satuan Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) beberapa waktu lalu karena me ngemplang uang retribusi. Kenyataan itu makin menguatkan tekat Suharsono untuk menata seluruh petugas TPR.

“Malas saya dengan anak-anak nakal,” ketus Suharsono, Minggu (29/1).

Suharsono memang berencana melakukan rotasi petugas TPR, jauh sebelum ada OTT. Niatnya muncul seiring berembusnya informasi kebocoran retribusi di berbagai TPR. Bahkan, Suharsono sempat berwacana menyerahkan pengelolaan TPR kepada pihak swasta. Langkah itu dirasa paling optimal untuk memberantas praktik kecurangan yang merugi kan keuangan negara.

Namun, wacana tersebut masih dalam pembahasan lebih lanjut. Kembali pada rencana mutasi pegawai TPR, Suharsono menggaransi hanya bagi mereka yang berkondite buruk. Petugas yang dinilai masih memeiliki inte gritas tetap dipertahankan.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Jati Bayubroto menargetkan mutasi petugas TPR awal Februari. Ada beberapa scenario yang dirancang. Beberapa pegawai ada yang dipindah ke TPR lain. Namun, ada juga yang “di kandangkan” atau digeser ke lembaga lain.

“Nanti kami kumpulkan untuk disumpah. Diingatkan kembali pada komitmen agar tidak menyeleweng,” tegasnya.

Selanjutnya, semua bekas petugas TPR akan terus diawasi secara khusus. Dalam hal itu, dinas pariwisata melibatkan Inspektorat Daerah dan Satpol PP. Sebagaimana diketahui, Maryanto dan Susanto tertangkap tangan dalam operasi Satgas Saber Pungli, Sabtu (21/1). Dari tangan keduanya, aparat mendapatkan barang bukti uang sebesar Rp 580 ribu, buku rekapan, dan tiket bekas.

Kedua pelaku terbukti menjual tiket tidak sesuai dengan tarif retribusi, sehingga uang yang disetor ke kas daerah lebih rendah. Dua pelaku tersebut juga melakukan kecurangan dengan menjual tiket bekas kepada wisatawan. (zam/mar)