RADARJOGJA.CO.ID – Warga Purwosari, Kecamatan Girimulyo menggelar Tradisi Baritan. Acara tersebut sebagai pembuktian warga hidup adem ayem di tengah derasnya berita serangan antraks (28/1). Desa Purwosari merupakan lokasi serangan antraks di Kulonprogo.

Kasus tersebut muncul setelah belasan ternak ditemukan mati mendadak. Warga menyayangkan beredarnya kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa aktraks belum tertangani. Bahkan ada yang bilang Girimulyo berbahaya

untuk dikunjungi. Banyak warga dikarantina di rumah sakit. Berita tidak benar itu merisaukan warga Purwosari. Masyarakat setempat tenang dan beraktivitas biasa. Penyakitnya sudah terkontrol paramedis dan warga yang terjangkit telah pulih.

Menepis anggapan negatif tentang Purwosari, warga menggelar Tradisi Baritan itu. Upacara diawali kirab gunungan mengelilingi desa berjarak tempuh tiga kilometer. Lalu memandikan 25 kambing dengan air tujuh sumber. “Supaya seluruh hewan ternak sehat terus. Kami bersyukur atas karunia Tuhan,” kata Dukuh Tegalsari Sudjiyana.

Baritan merupakan tradisi warga atas karunia Tuhan. Bagi warga, mereka bersyukur atas adanya hewan ternak yang bisa dipelihara dan menambah kesejahteraan. Camat Girimulyo Purwono mengatakan Baritan adalah sarana warga nguri-uri budaya lokal. Sekaligus untuk menepis kabar antraks yang tidak benar. (tom/iwa/mar)