RADARJOGJA.CO.ID – KELUARGA korban almarhum Ilham Nurfadmi Listia Adi berharap Polres Karanganyar segera me nge-luarkan nama tersangka. Terkait penyidikan kasus The Great Cam-ping (TGC) Diksar Mapala UII yang sudah berlangsung hampir se pekan.

Kuasa hukum keluarga korban Muhammad Zaini, SH menunggu kejelasan. Dugaan atas kekerasan sejatinya memang terjadi. Terutama kepada ketiga korban meninggal dalam kegiatan diksar

“Proses hukum harus disege-rakan hingga ditentukan ter-sangka karena selama ini masih calon, kalau ada data rumah sakit segera diberikan,” ujarnya, ke-marin (29/1).

Dia juga menyayangkan ke-terangan panitia diksar dan anggota Mapala UII. Dalam jumpa pers yang digelar Jumat (27/1) terkesan tidak tuntas. Bahkan keterangan yang di-berikan masih bias.

Zaini, sapaannya, menduga masih ada fakta yang disembunyikan. Untuk itu, dia me-nyarankan agar penyelenggara diksar terbuka. Selanjutnya ada-lah peran Polres Karanganyar untuk investigasi.

“Panitia tidak menyampaikan fakta secara lugas, jelas, dan lengkap. Akan terus mendesak pihak kepolisian melakukan tindakan aktif mencari alat bukti dan pelakunya,” tegasnya.

Syafii, ayah Ilham, menurut Zaini, hanya berharap fakta segera terungkap. Berdasarkan inves-tigasi mandiri, diakui olehnya ada bukti kekerasan. Seperti komunikasi terakhir almarhum dengan orang tuanya.

“Jadi mengaku kalau di sana (Tawangmangu) dipukuli dan mengeluh sakit. Ada pula lima lembar transkip komunikasi dengan temannya, mengeluh sakit. Hanya bilang perlakuan apa saja tapi tidak menyebut nama,” beber Zaini.

Transkrip percakapan ini telah diberikan kepada Polres Ka-ranganyar. Dalam butir transkrip disebutkan ada berbagai ke-kerasan fisik. Termasuk luka-luka fisik yang diterima Ilham.

Hanya, bahasa yang digunakan dalam transkrip adalah bahasa Lombok. Sayangnya, hingga saat ini Polres Karanganyar belum memanggil kuasa hukum.

“Kalau butuh penerjemah akan kami bantu. Isinya, jika salah sedikit langsung dipukul, me-rangkak dengan alas duri. Dikuatkan foto luka-luka almarhum, sempat BAB darah hitam,” ujar-nya. (dwi/ila/ong)