RADARJOGJA.CO.ID – Penyidik Polres Karanganyar akan mulai memeriksa panitia diksar Mapala UII di Mapolres Karanganyar pagi ini (30/1). Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan keterangan dari saksi terkait tewasnya tiga mahasiswa dalam diksar di Tlogodringo, Gondosuli, Tawang-mangu tersebut.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, pemanggilan dilakukan setelah pihak panitia meminta panggilan pemeriksaan secara resmi. Penyidik sebelumnya jemput bola mendatangi sejum-lah saksi ke Jogjakarta untuk mengumpulkan bahan dan ke-terangan. Mulai dari saksi pe-serta, panitia.

“Senin besok panitia mulai kami periksa satu per satu. Pemeriksaan untuk menemukan bukti baru,” jelas Ade, kemarin (29/1).

Dijelaskan, sejauh ini penyidik sudah meminta keterangan 21 saksi dan mengumpulkan 30 barang bukti baik di lokasi ke-jadian maupun dari peserta. Olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah dilakukan tiga kali selama kurun waktu seminggu terakhir. Penyidik juga memperluas jangkauan olah TKP di lokasi diklat Jumat (27/1). Hasilnya, penyidik menemukan bukti tambahan.

“Ada kayu, pengait ikat pinggang, dan potongan rambut. Bukti ini untuk me-lengkapi bukti yang sudah kami amankan sebelumnya,” jelas Ade.

Pihaknya masih menunggu hasil visum et repertum (VER) dan otopsi jenazah korban dari pihak rumah sakit. Sudah sejak seminggu mencuatnya kasus itu, pihak Rumah Sakit (RS) Bethesda, dan RSUP dr Sardjito belum juga mengeluarkan hasilnya. “Kami masih menunggu hasil VER dan otopsi jenazah,” jelasnya.Dia juga berjanji memberi perlindungan kepada para saksi. “Kami berharap saksi, pihak rumah sakit maupun pihak kampus kooperatif. Kami akan melindungi para saksi,” tegasnya.(dwi/adi/ila/ong)