RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – PT Angkasa Pura (AP) I langsung tancap gas untuk pembangunan konstruksi besar-besaran usai pelaksanaan babat alas nawung kridha Jumat (27/1) lalu. Konstruksi besar pertama yang akan dikerjakan yakni runway yang rencananya akan dibangun sepanjang 3.250 meter.

“Setelah babat alas selesai, amdal selesai, akan langsung besar-besaran untuk konstruksi. Runway yang pertama dikerjakan karena itu nanti panjang sekali,” ujar Direktur Utama PT AP I Danang S Baskoro kemarin (28/1).

Dikatakan, pengerjaan konstruksi apron berkapasitas 35 pesawat akan berlanjut setelahnya. Setelah itu disusul pengerjaan konstruksi untuk terminal seluas 130.000 meter persegi.

Menurutnya, lokasi peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo nantinya akan menjadi penanda titik nol bandara yang dibangun di atas lahan seluas 587 hektare itu. “Ya, nanti sebagai penanda titik nol untuk aktivitas pengukuran,” tambahnya.

Meski masih tahap awal, pihaknya optimistis bisa menyelesaikan pembangunan bandara baru di Kulonprogo tersebut sesuai rencana. Dengan demikian, pertengahan tahun 2019 New Yogyakarta International Airport (NYIA) sudah bisa beroperasi.

“Ini pekerjaan besar, dan kami yakin bandara ini akan memberikan multiflier effect bagi masyarakat di DIJ dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” katanya.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUP & ESDM Muhammad Mansur mengatakan, pembangunan rumah di lahan relokasi mandiri dan magersari nantinya dikerjakan masyarakat sendiri secara kelompok. Masing-masing kelompok sudah dibagi maksimal terdiri 15 orang.

“Tapi harus tunggu lahan siap baru mulai pembangunan. Misal sudah bisa membangun di pertengahan Februari, berarti Juli selesei, dan kami akan dampingi terus,” ujarnya. (dya/laz/ong)