RADARJOGJA.CO.ID – Hobi mahal harganya. Bahkan, sampai ratusan juta rupiah, siap untuk ditebus demi memenuhi hobi tersebut. Tak lagi berlaku harga pasaran.

Ini pula yang terjadi terhadap Honda Estilo EG6 milik Dwi P Setio. Harga mobil lansiran tahun 1993 tersebut bahkan menyamai mobil sport terbaru Honda CR-Z yang dilego dengan harga Rp 525 juta.

Anggota Komunitas Honda Civic Estilo Indonesia (HCEI) wilayah Jawa Tengah ini membawa mobil kesayangannya ABG Gila. Itu sesuai dengan pelat nomor yang mirip dengan kata itu, AB 663 LA. Mobil dipilih oleh Ketua HCEI Soni Sonjak dan anggota komunitas karena memiliki keunggulan dan spec terbaik.

Dwi mengatakan Estilo itu merupakan mobil produksi asli Jepang tahun 1993. “Baik interior, eksterior, dan engine-nya masih orisinil Jepang,” ungkapnya.

Dari interiornya sendiri Estilo ini mempunyai OEM EG6 Speedo Cluster, Momo Honda Steering Wheel, Honda Access EG6 Trashbin Cromax, dan interior unggulan lainnya. Sedangkan untuk eksteriornya memiliki Mugen Rims NR10, Honda Access EG6 Bumper Protection, Mudguard, OEM EG6 Front Foglamp, Rear Foglamp, Coilover Mugen SHOWA, dan lain sebagainya. Mesin mobil JDM Tipe R B16B, Valve Skunk 2, Fly Wheel Toda, Clutch Exeidy Street juga menjadi unggulan ABG Gila ini.

Dwi mengatakan, Estilo kesayangannya sering diincar para kolektor mobil tua yang sudah jarang dimiliki masyarakat pada umumnya. Mereka berani menawarkan harga fantasis hingga Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar. “Pada zamannya dulu mobil ini favorit banget, Mercy saja kalah. Selain sporty, mobil ini juga futuristik tak termakan zaman,” ceritanya saat ditemui siang kemarin (28/1).

ABG Gila sudah mengikuti tiga kali kontes, dua kontes berhasil menjuarai Best JDM. Untuk perawatannya ia mengaku hanya menyimpan mobil itu dalam balon pelindung (Amazon Bubble). Segala debu, kotoran, maupun hewan tidak dapat masuk dalam mobilnya. Selain itu selama tiga bulan sekali ia membawa mobil tersebut ke salon khusus mobil untuk dibersihkan.

Dalam kontes Automotive Showdown, Dwi dan komunitas berharap dapat memenangkan kategori die cast. Namun di luar harapan itu, mereka mengaku sudah puas dengan memamerkan hasil karya salah satu anggota komunitas HCEI.

Kan kalau hasil karya kita dalam membangun mobil itu dipamerkan, ada rasa puas dan bangga tersendiri,” ungkap pria berkacamata ini.

Event tahunan Automotive Showdown ini merupakan even tahunan. Berlangsung di Jogja Expo Centre (JEC) selama dua hari (28-29 Januari), acara ini menghadirkan 144 mobil dengan hasil modifikasi yang luar biasa.

Peserta yang mengikuti kontes modifikasi ini tidak hanya datang dari Jawa Tengah saja. Peserta dari luar daerah seperti Bali, Bandung, Madiun, Pekan Baru, dan Balikpapan, juga turut meramaikan konts ini. (ita/eri)