RADARJOGJA.CO.ID – Polisi bekerja cepat untuk menuntaskan pengungkapan kematian tiga mahasiswa UII. Polres Karanganyar, Jawa Tengah, sudah membidik dua terduga yang berinisial Y dan A.Dua nama itu berpeluang bertambah seiring dengan hasil dari penyelidikan kepolisian.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjutak mengakui, jika nantinya akan ada peserta lain selain nama-nama yang sudah dibidik. “Kami masih melakukan penyelidikan secara mendalam. Tidak menutup kemungkinan tersangka bisa bertambah,” tandas disela olah tempat kejadian perkara di Watu Lumbu, Tawangmangu, Karanganyar.

Penetapan tersangka akan dilakukan setelah gelar perkara ke dua pekan depan. Para pelaku akan dijerat pasal 170 ayat (2) ke 3E KUHP tentang Tindak Pidana Kekerasan secara Bersama yang Mengakibatkan Kematian, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Subsider pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan Yang Mengakibatkan Kematian dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Untuk menuntaskan perkara ini, penyidik berencana memanggil seluruh panitia diklat untuk menjalani pemeriksaan pada Senin (30/1). Ade memastikan bakal melindungi saksi. Karena itu, dia berharap pihak rumah sakit dan kampus kooperatif.

Pemanggilan saksi itu sekaligus untuk melengkapi hasil olah tempat kejadian perkara. Hasilnya, polisi menduga, para tersangka secara sengaja menyiksa Ilham Nurfadmi Listia Adi, Muhammad Fadli, dan Syaits Asyam. Ini berdasarkan dari keterangan saksi, hasil visum at repertum, dan olah kejadian perkara. Penganiayaan dilakukan dengan pukulan, tendangan, dan sabetan ranting.

“Kami amankan 15 barang yang diduga terkait tindak kekerasan yang dialami tiga korban. Ada beberapa batang kayu dan ranting, serta alat pengait yang diduga dari tas atau alat pemanjat,” jelas Ade Safri.

Tak hanya itu, tim juga menemukan potongan rambut yang diduga milik salah satu peserta. “Iya kami temukan benda yang diduga rambut. Nanti kami sesuaian dengan hasil visum pihak rumah sakit,” lanjutnya.

Petugas juga meminta keterangan saksi warga setempat yang melihat salah satu korban, Muhammad Fadli yang ditandu dari lokasi diklat menuju basecamp panitia di rumah Joko Suratin, warga setempat. Total 30 barang bukti terkumpul dari lokasi maupun peserta sejak penyelidikan hari pertama Minggu lalu.

Dari keterangan saksi terungkap, korban diminta membawa air dalam jeriken yang dimasukkan di atas punggung. Namun, polisi belum menemukan jeriken tersebut. “Kami masih mencari dari peserta lain,” jelas perwira polisi dengan dua melati di pundak.