RADARJOGJA.CO.ID – Sementara itu, pengunduran diri Rektor UII Harsoyo dalam menyikapi kasus tersebut diikuti Wakil Rektor III Abdul Jamil. Jika Harsoyo mengaku sebagai pertanggungjawaban moral, demikian pula Abdul Jamil. Sebagai wakil rektor yang membidangi kemahasiswaan, Abdul Jamil merasa ikut bertanggung jawab atas munculnya banyak korban dalam diksar mapala. “Saya bertanggung jawab atas semua kegiatan mahasiswa. Meskipun struktur Mapala Unisi tidak masuk dalam komando saya,” ujarnya saat pertemuan forum konsolidasi mahasiswa di kampus Pascasarjana Hukum UII, Kamis (26/1) malam.

Abdul Jamil menegaskan, sikap resmi pengunduran dirinya telah disampaikan dalam forum pimpinan universitas. Sikap itu diambil tak lama setelah kemunduran Harsoyo.

Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Luthfi Hasan mengatakan, pemberhentian rektor tak serta merta hanya berdasarkan pernyataan yang bersangkutan (Harsoyo). Tapi harus didahului surat pengunduran diri. Itupun, surat akan ditinjau oleh senat universitas sebagai bahan pertimbangan. Keputusannya, bisa disetujui atau ditolak. Jika disetujui, wakil rektor I akan menjadi pelaksana tugas (plt) rektor sementara. Itu sesuai aturan dan kebijakan kampus.

“Itupun maksimal hanya 60 hari. Selama itu sudah harus dilakukan pemilihan rektor baru,” jelasnya.

Lutfi menegaskan, pihaknya tak bisa serta merta menunjuk rektor baru. Sementara tentang pengunduran diri Wakil Rektor 3 menjadi wewenang senat. “Bagi kami, peristiwa ini musibah buat UII. Semoga UII diberi jalan terbaik,” katanya. (tom/riz/dwi/adi/yog/ong)