RADARJOGJA.CO.ID – Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa Dragon Chilli, bibit tanaman cabai dari Tiongkok bermasalah karena mengandung bakteri Erwinia. Oleh karena itu, penanamannya harus dihentikan dan bibit yang ada dimusnahkan.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jateng Yuni Astuti menegaskan, keputusan ini menyusul adanya pemeriksaan oleh petugas laboratorium hama dan tanaman wilayah Kedu beserta tim karantina. Apabila ada petani yang menanam, akan ada sanksi berat seperti diatur dalam undang-undang.

“Kami mengimbau agar Muhajir untuk menghentikan penanaman bibit itu, sebelum ada hasil dari uji laboratorium secara resmi dari UGM dan izin legalitas mengenai bibit,” ujar Yuni.

Muhajir, warga Tepusan, Citorosono, Grabag, Kabupaten Magelang, adalah pemilik tanaman cabai Dragon Chilli yang menyewa lahan milik Tangin, 54, warga setempat. “Memang cabai ini memiliki rasa pedas yang tak kalah dengan lombok rawit. Cabai ini juga lebih besar daripada cabai biasa,” ungkapnya.

Ia menanam bibit itu bersama rekannya, tak lain untuk membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda sekitar. Dikatakan, ada perusahaan makanan instan ternama yang telah menyanggupi untuk bekerja sama menerima pasokan cabai ini nantinya.

“Dari pihak makanan instan itu menginginkan produksi cabai satu hari dua ton. Terkait hal itu mereka sudah menghabiskan dan Rp 700 juta untuk pembiayaan proyek percobaan penanaman cabai ini,” tambahnya.

Kapolres Magelang AKBP Hndarsono melalui Kapolsek Grabag AKP Busro mengatakan, pihaknya telah memasang garis karantina. “Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan kemungkinan bisa merugikan petani yang lainnya,” ujarnya.

Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit Wilayah Kedu Retno menjelaskan, sample yang telah diuji di UGM sementara menyatakan negatif untuk bakteri Erwinia. “Memang hasil lab sementara negatif untuk bakteri Erwinia, tetapi tanaman telah terjangkit endemis penyakit kuning dan positif bakteri yang belum jelas. Tes uji masih berjalan dan akan dilaksanakan pemusnahan serentak bulan Februari mendatang,” jelasnya. (cr2/laz/dem)