RADARJOGJA.CO.ID – pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mulai mendapatkan gambaran pemain muda yang bakal menjadi suksesor Sunni Hizbullah. Dua pemain muda dari PON Jawa Tengah dan Papua pun mulai menunjukkan talenta besar untuk mengenakan seragam Parang Biru, motif PSIM.

Kedua dua pemain menonjol dibandingkan yang lain. YaituArdyanto Agung dari PON Jateng dan Yohanes Edgar Rahawarin dari Pra-PON Papua Barat. Keduanya berposisi di lini tengah.

Erwan mengatakan, Agung mempunyai fisik dan pergerakan yang baik. Namun sebagai pemain tengah, akurasi umpannya masih perlu ditingkatkan. Sementara Edgar yang berposisi sayap, terlihat mempunyai kontrol bola yang baik. Namun jika akan ditempatkan di sisi sayap, speed-nya juga belum tampak dalam beberapa hari latihan. “Kami belum menemukan posisi yang pas, tapi kalau di sayap speednya harus dinaikkan lagi,” imbuh pelatih asal Magelang itu.

Selain itu, Erwan berharap akhir bulan ini pemain senior yang dibidik segera deal dan merapat latihan.Sehingga 80 persen kerangka tim terpenuhi. Selanjutnya pada awal bulan depan sudah mulai program latihan. Termasuk penggemblengan fisik untuk pemainnya. Sembari satu-persatu melengkapi pemain hingga sekitar 23 pemain.”Nanti ada tes fisik dan porsi meningkatkan fisik pemain,” jelasnya.

Rekomendasi pemain senior sudah disodorkan pelatih. Manajemen PSIM Jogja telah melakukan komunikasi dengan tiga pemain. Balasan bernada positif didapatkan dari pemain-pemain tersebut. Artinya pemain tersebut tertarik merapat ke Laskar Mataram dan hanya tinggal negosiasi mengenai nilai kontrak.

Hal tersebut diungkapkan Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru yang hadir dalam latihan PSIM di Stadion Mandala Krida kemarin pagi (26/1). Pihaknyamengaku telah mengontak tiga pemain senior yang direkomendasikan pelatih. Ketiganya yakniTri Handoko, Eko Pujianto, dan Andi Dwi Kurniawan. “Secara prinsip mereka bersedia bergabung. Sekarang masih proses negosiasi kontraknya,” ujarnya.(riz/eri)