RADARJOGJA.CO.ID – Kasus antraks di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo tidak berdampak pada perdagangan ternak di Kulonprogo. Kondisi itu terpantau di Pasar Hewan Pengasih kemarin. Jual beli hewan berjalan seperti biasa.

Retribusi ternak di pintu masuk Pasar Pengasih normal. Penjualan hewan pada kisaran 40 sapi dan 150 kambing. Harga jual juga normal pada kisaran Rp 12 juta untuk sapi dan Rp 900 ribu untuk kambing. Lalu lintas ternak masuk dari Kulonprogo, Magelang, Purworejo, dan daerah lain.

“Isu antraks tidak berpengaruh di pasar. Jumlah pedagang tidak berubah. Bahkan pedagang dari Girimulyo juga datang tapi bukan dari pedukuhan yang terserang penyakit,” kata Mulyadi, Lurah Pasar Hewan Pengasih, Kamis (26/1).

Namun, mengantisipasi penyebaran antraks, cek surat kesehatan hewan diperketat. Terutama ternak yang datang ayau keluar dari Kulonprogo. Ada dua petugas kesehatan hewan memeriksa ternak yang masuk pasar.

Petugas kesehatan disiagakan di beberapa pasar hewan lain di Kulonprogo. Seperti di Klangon (Kalibawang), Kenteng (Nanggulan), Sentolo dan pasar kambing Bendungan (Wates).

“Bahkan bagi pedagang yang butuh pemeriksaan atau pengobatan bisa langsung menemui petugas kesehatan yang ada di sisi timur pasar,” kata Mulyadi.

Salah seorang pedagang sapi, Makiran mengungkapkan, lalu lintas ternak memang ketat karena munculnya antraks. Dia pun harus minta surat kesehatan hewan kepada petugas. Hal itu sudah biasa dan rutin dia dilakukan.

“Terkait penjualan hewan, pasaran ternak memang tengah lesu. Tak hanya di Kulonprogo melainkan juga wilayah lain di Jawa. Kalau harga tidak banyak berubah. Tapi memang jualan lagi sepi,” katanya. (tom/iwa/mar)