RADARJOGJA.CO.ID – Memantik minat baca masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulonprogo menggelar pameran dan pasar buku murah. Lokasinya di halaman sisi timur gedung dinas tersebut. Digelar selama dua pekan hingga 8 Februari 2017.

Pameran buku dan pasar buku murah itu mengambil tema Pesta Buku Murah dan Terlengkap Kabupaten Kulonprogo 2017. Sedikitnya 10 boks paket buku-buku baru bantuan DIVA Press Group yang dihibahkan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Sementara 10 boks lainnya disalurkan ke perpustakaan desa terbaik.

“Buku yang dijual merupakan buku baru. Pembeli atau pembaca bebas memilih. Selain itu bisa memberikan kritik untuk perbaikan Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Kulonprogo,” kata Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulonprogo Harminto.

Pj Bupati Kulonprogo Budi Antono yang hadir dalam acara itu mengatakan budaya membaca buku mulai berkurang. Orang lebih suka membaca di gawai. Anak-anak, remaja, pemuda dan orang tua sibuk dengan media sosial.

“Jadi memang kenyataannya saat ini banyak orang yang makin malas membaca buku,” ungkap Budi Antono.

Dia berharap minat baca dapat meningkat. Sehingga warga bisa makin cerdas, meneruskan pembangunan demi kemajuan Kulonprogo.

Selain bazar buku dan wisata buku, acara juga disisipi lomba mewarnai taman kanak-kanak (TK), workshop kepenulisan bersama guru PAUD dan TK serta sedekah buku untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan lima perpustakaan desa.

Guna memuaskan pengunjung, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berencana membangun gedung wisata edukatif. “Kami sedang menyiapkan rencana pembangunan gedung baru tersebut,” kata Harminto.

Gedung tersebut dibangun dua lantai. Lantai satu arena membaca dan pameran buku. Lantai dua aula untuk pemutaran film pendidikan atau kegiatan lain.

“Tembok pembatas sebelah timur gedung akan dipangkas dan diletakan pot-pot tanaman supaya lingkungan baca nyaman,” ujar Harminto.

Selain menjadi tempat membaca dan pameran, diharapkan bisa menjadi wisata edukatif. Taman Wana Winulang akan dibuat menjadi tempat rekreasi baca.

“Semoga budaya membaca anak-anak meningkat. Membiasakan mereka datang ke perpustakaan. Agar anak-anak terbiasa bersentuhan dengan buku,” katanya.

Kunjungan perpustakaan masih belum sesuai target. Setiap hari dikunjungi 100 orang dari 200 orang yang ditargetkan. (tom/iwa/mar)