RADARJOGJA.CO.ID – Dinas Perhubungan Kulonprogo melakukan uji coba rekayasa lalu lintas depan Kantor Pemkab Kulonprogo. Arus kendaraan dibuat satu arah dari perlintasan Kereta Api (KA) sisi timur lurus ke barat. Mengundang reaksi berbagai pihak karena dinilai kontroversial.

“Dengan penerapan satu, orang yang akan masuk kantor pemkab dari Jalan Diponegoro harus mem utar Alun-Alun Wates dahulu,” keluh pegawai yang tidak mau disebutkan namanya.

Berdasarkan informasi di lingkungan Setda Kulonprogo, pembangunan jalan di depan Gedung Pemkab Kulonprogo ini juga harus merobohkan beberapa gedung. Tepatnya yang berada di selatan Jalan Perwakilan lama untuk tujuan jangka panjang.

“Untuk jangka pendek, bila halaman untuk upacara, maka jalan sebelah utara akan ditutup untuk parkir kendaraan. Makanya taman yang dibuat tidak menutup akses jalan masuk pintu gerbang Pemda,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kulonprogo, Nugraha menjelaskan, latar belakang penerapan uji coba ini sebagai tindak lanjut UU 22/2009 tentang lalu lintas. Menciptakan angkutan jalan yang aman, tertib dan lancar.

“Selain menciptakan lalu lintas yang aman, kalau bisa juga menghilangkan persimpangan dan memecah keramaian di persimpangan KA sisi timur,” kata Nugraha.

Rekayasa ini masih uji coba. Masih ada opsi lain seperti pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Ujicoba diterapkan sebulan.

“Semua sepakat melakukan penataan agar jalan di depan pemkab lebih aman dan nyaman,” ujar Nugraha. (tom/iwa/mar)