RADARJOGJA.CO.ID – Para petani sayur-mayur di kawasan pesisir Pantai Selatan Bantul selalu dilanda rasa cemas. Hal itu terjai karena cuaca ekstrem yang melanda wilayah DIJ belakangan ini tak kunjung membaik. Duhh….Kasihan petani kita ya.

“Fenomena alam seperti ini menyebabkan kualitas tanaman sayuran turun. Daun bawang merah cepat layu nglinthing-nglinthing jika terkena hujan deras. Apalagi jika hari-hari sebelumnya panas terik,” keluh. Sadiyana, 60, seorang petani Pantai Selatan Bantul, Kamis (26/1).

Kondisi daun seperti itu, lanjut dia, kualitas bawang yang dihasilkan bakal tak sesuai harapan. Ukuran umbi salah satu bumbu dapur ini lebih kecil dari biasanya.

“Beratnya juga lebih ringan,” ucap petani asal Tegalrejo, Srigading, Sanden.

Selain itu, cuaca ekstrem juga mempengaruhi kualitas tanaman kangkung. Meski telah dipupuk dua kali, daun kangkung jenis besi yang ditanam Sadiyana tetap layu dan tidak enak dipandang.

Keluhan serupa disampaikan Sumarsih, petani lahan pasir lainnya. Pertumbuhan sayur kangkung di empat petak lahan miliknya tak merata. Hasil panen pun tak sebanyak biasanya.

Hanya, menurutnya, kondisi tersebut bukan semata-mata karena cuaca ekstrem. Lahan pasir memang berbeda dengan area pertanian pada umumnya. Aliran air di lahan pasir cepat meresap ke tanah, sehingga asupan pada tanaman kurang memadai. (zam/mar)