RADARJOGJA.CO.ID – Suasana Kantor sekretariat Mapala UII (Unisi) yang ada di Jalan Cik Di Tiro tampak lengang. Dua buah karangan bunga beriisi ucapan bela sungkawa masih berdiri bersandar pada pagar bangunan sekretariat di bagian depan.

Di pelataran bangunan yang tampak seperti rumah tinggal itu, tampak berserakan peralatan yang kerap digunakan pecinta alam. Tas carrierberbagai ukuran tertumpuk tidak beraturan.

Saat Radar Jogja menyambangi sekretariat tersebut, tampak beberapa orang ada di ruang tamu. Seorang dengan perawakan gempal berkaca mata menyambut dengan ramah. Setelah bersalaman pria tadi mempersilakan masuk.

Ada tiga orang di dalam ruang tersebut. Radar Jogja, diarahkan untuk bertemu seorang berparawakan sedang dengan rambut pendek. Setelah berkenalan diketahui pria itu bernama, Arif. Sepertinya Arif, salah satu otang yang dituakan di ruang itu.

“Ada keperluan apa? Mungkin ada yang kami bantu,” ujar Arif dengan ramah membuka percakapan, kemarin (25/1).

Setelah menjelaskan maksud kedatangan ke sekretariat mapala tersebut, Arif memperlihatkan senyuman di wajahnya. Mengetahui dari wartawan, sepertinya Arif sudah mengetahui sinyal maksud kedatangan ke tempat itu. Dia pun menolak wawancara itu direkam.

“Dari kemarin wartawan banyak yang datang. Namun, kami arahkan untuk bertanya ke pihak kampus saja,” ujarnya.

Arif menyatakan, pihak mapala tidak berhak memberikan komentar terkait insiden yang menimpa tiga orang mahasiswa. Termasuk kegiatan pendidikan dasar (diksar) yang digelar mapala.

“Persoalan ini sudah ditangani oleh rektor. Kami menyerahkan pada pihak kampus,” ujar Arif.

Menurut dia, apa yang dijelaskan oleh pihak rektorat sudah sesuai. Pihak mapala, sejauh ini tidak akan keluar dari koridor yang ada. “Biar satu pintu saja,” sambungnya.

Saat disinggung adanya pembekuan Mapala Unisi sampai waktu yang tidak ditentukan, pihaknya mengaku belum menerima instruksi pembekuan itu. Sehingga, Mapala Unisi belum bersikap soal adanya pembekuan itu. “Kami akan koordinasikan dengan pihak rektor terkait pembekuan itu,” katanya.

Dia hanya berharap segala persoalan yang menimpa Mapala Unisi bisa segera diselesaikan dengan cepat. “Kami harapkan dukungan dari media agar bisa memberikan pemberitaan objektif,” tandasnya. (bhn/adi/wa/ila/ong)