RADARJOGJ.CO.ID – Terpisah, Direktur Utama RS JIH dr Mulyo Hartana, Sp.PD mengungkapkan, timnya saat ini intensif merawat sepuluh peserta diksar Mapala UII. Berdasarkan pemeriksaan lanjutan Selasa (24/1) jumlah pasien rawat inap bertambah. Itu berdasarkan pada uji laboratorium.

Uji laboratorium yang dilakukan berupa pemeriksaan darah, urine, sampel feses, pemeriksaan radiologi, USG, CT-Scan, dan rontgen thorax. Tujuannya mengetahui kondisi organ dalam para peserta diksar.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan mayoritas mahasiswa mengalami luka lecet luas di seluruh badan. Beberapa di antaranya mengalami nafsu makan turun, diare, infeksi saluran napas, merasa lemas, dan pandangan kabur.

Untuk peserta yang tidak rawat inap tetap diwajibkan kontrol jalan. Agar kondisi kesehatan benar-benar terpantau hingga masa pemulihan usai. Pihaknya mewajibkan peserta diksar Mapala UII datang lagi dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Dari hasil sementara, perawatan sudah menunjukkan progres positif. Dia menjelaskan, pasien-pasien ini sudah stabil. “Kami melibatkan dokter-dokter ahli. Dari dokter spesialis penyakit dalam, bedah, kulit, orthopedi, mata, syaraf, dan dibantu beberapa spesialis penunjang klinik seperti radiologi, patologi klinik, dan dilengkapi dengan psikolog klinis,” ujarnya.

Mulyo tidak menampik masih ada keluhan dari beberapa pasien. Seperti infeksi sekunder pada luka lecet di tangan dan kaki, bengkak lutut, dan pandangan mata yang masih kabur. Khusus untuk luka lecet, dokter spesialis kulit melakukan tindakan agar luka cepat kering.

“Kebanyakan luka lecet, tapi sudah mulai mengering. Untuk pandangan rabun sudah ditangani dokter spesialis mata,” jelasnya.

Sedangkan dokter spesialis bedah orthopedi menangani dislokasi tulang lutut dan bahu. Selain itu ada yang masih merasakan kebas di bagian tungkai kaki yang diakibatkan karena terlalu lama berdiri. “Untuk kasus kebas langsung ditangani oleh dokter spesialis saraf,” jelasnya. (dwi/ila/ong)