RADARJOGJA.CO.ID –Kasus hewan ternak mati mendadak di Desa Wareng, Kecamatan Wonosari mendapat perhatian serius Pemkab Gunungkidul. Meski kematian hewan dipastikan bukan virus antraks, petugas tetap melakukan sterilisasi.

Kepala Puskeswan Wonosari Dokter Hewan Riana Wati mengatakan, Rabu (25/1), pihaknya menerjunkan petugas ke lokasi hewan ternak mati mendadak. Di Padukuhan Wareng I, Desa Wareng, Kecamatan Wonosari, petugas dari pusat kesehatan hewan (Puskeswan) melakukan pemeriksaan lanjutan. “Petugas melakukan penyemprotan desinfektan serta penyuntikan vitamin pada hewan ternak lain yang masih hidup,” kata Riana Wati.

Ia menjelaskan, kedatangan petugas ke lokasi sudah yang kedua kalinya. Pertama, dua hari lalu memastikan hewan ternak kambing mati mendadak negatif antraks. Tiga kambing mati setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata akibat anomali cuaca dan kesalahan managemen pemilik ternak. “Ada yang cacingan juga itu (kambingnya), karena pada bagian bulu berdiri semua,” terangnya.

Setelah dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan dan pemberian vitamin pada hewan ternak, petugas memberi catatan pada pemilik ternak. Itu berkaitan dengan luas kandang yang tidak sesuai dengan jumlah ternak. Selain itu, kebersihan kandang dan ventilasi minim membuat sejumlah ternak menjadi tidak sehat.

“Petugas langsung melakukan penyeprotan disinfektan dan melakukan penyuntikan vitamin terhadap sejumlah kambing yang masih hidup, demi mencegah terjadinya kematian susulan terhadap hewan ternak yang lain,” ucapnya.

Pemilik ternak Partini mengaku, tenang karena misteri penyebab kambing mati sudah terjawab. Pihaknya mengaku siap menindaklanjuti hasil rekomentasi dari petugas puskewan. Salah satunya melakukan renovasi kandang.

Sebelumnya diberitakan, tiga ekor kambing milik Partini mati secara misterius. Mati mendadak secara beruntun. Ia khawatir, penyebab kematian karena virus antraks. Tak lama berselang petugas datang melakukan pemeriksaan dan memastikan negatif antraks.(gun/hes)