RADARJOGJA.CO.ID – Kepolisian bergerak cepat untuk mengungkap penyebab kematian tiga mahasiswa UII usai mengikuti pendidikan dasar (diksar) The Great Camping (TGC) UII di Tlogodringo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Polres Karanganyar telah memeriksa 11 saksi dan menyita barang bukti kasus dugaan penganiayaan tersebut.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak pun meminta rektorat UII kooperatif mengungkap kasus ini. “Karena menutup-nutupi fakta dapat dijerat pasal pembiaran tindak kejahatan,” jelasnya.

Banyak kejanggalan sejak awal dari pelaksanaan diksar. Mulai dari izin pelaksanaan diksar belum lengkap. Kegiatan itu hanya mengantongi surat rekomendasi dari Polsek Tawangmangu dan belum mengurus izin secara lengkap di Satuan Intelkam Polres Karanganyar.

“Yang perlu kami garis bawahi di sini, kegiatan diksar UII sudah mengantongi rekomendasi dari Polsek Tawangmangu, namun belum ditindaklanjuti ke Sat Intelkam Polres Karanganyar sebagaimana prosedur mengadakan kegiatan,” bebernya.

Kemudian, berdasarkan keterangan kerabat korban, Raihan Aflah, 20, kakak dari Abyan Razaki, 19, peserta diksar yang masih dirawat intensif di RS JIH, panitia diksar menyodorkan surat pernyataan. Surat itu berisi tidak akan menuntut jika terjadi kondisi di luar perkiraan selama kegiatan diksar. Surat pernyataan tersebut dibubuhi materai Rp 6.000.

Kapolres pun tak tinggal diam. Penyidik Polres Karanganyar telah meminta keterangan dari ahli pidana dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo untuk mengkaji surat pernyataan yang dibuat peserta diklat. “Akan kami lihat pertangungjawaban pidana akibat timbulnya surat pernyataan tersebut,” terangnya.

Seperti diketahui, tiga mahasiswa peserta diksar harus meregang nyawa. Mereka adalah Muhammad Fadli, 20, yang meninggal Jumat (20/1) setelah sempat dirawat di Puskesmas Tawangmangu. Disusul Syaits Asyam, 19, Sabtu (21/1), dan Ilham Nurfadmi Listia Adi, 20 yang meninggal Senin malam (23/1).

Sebagai tindaklanjut dari adanya korban meninggal dan luka-luka tersebut, Rektorat UII juga membentuk tim investigasi. Wakil Rektor III Abdul Jamil yang menjadi Ketua Tim Investigasi UII.