RADARJOGJA.CO.ID – Perempuan masih dinilai sebagai pelengkap dalam berpolitik. Dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Pilbub Kulonprogo 2017 berjanji memberi peluang lebih besar berpolitik bagi perempuan.

Demikian benang merah yang bisa ditarik dalam dialog dua paslon bupati dan wabup. Acara tersebut digelar Paguyuban Perempuan Menoreh (Guyub Remen), di Wisma Lentera Kasih, Kalibawang, Selasa (24/1).

“Selama ini perempuan masih dipandang sebelah mata dalam politik. Bahkan masalah politik ada kesan tabu bagi kaum hawa,” kata Ketua Guyub Remen Suwaeni.

Guyub Remen memiliki anggota 500 perempuan. Tersebar di beberapa desa di Kalibawang. Dialog dengan mengudang dua paslon tersebut untuk melihat visi dan misi membangun Kulonprogo.

“Kami ingin dengar program paslon Zuhadmono Azhari-Iriani Pramastuti (Hadir) dan Hasto Wardoyo-Sutedjo (Sehat). Ingin tahu gagasan serta janji mereka jika terpilih kelak,” kata Suwaeni.

Cawabup Iriani Pramastuti siap mendorong bidang pendidikan lebih dekat dengan rakyat. Juga memberikan pelatihan wirausaha bagi perempuan agar mandiri.

“Dalam bidang kesehatan, kami ada program rumah tumbuh kelahiran. Karena di Kulonprogo bagian utara masih jauh dari layanan kesehatan. Perempuan harus mandiri secara ekonomi,” kata Iriani.

Sedangkan Hasto mengatakan dia memberikan ruang bagi perempuan untuk meniti karier. Terbukti ada beberapa kepala dinas, kepala desa dan dukuh perempuan. “Sudah banyak perempuan yang kami dorong untuk berprestasi, ketua DPRD kita juga perempuan,” kata Hasto.

Menurut dia, hak perempuan juga diakomodir melalui Perda. Kesetaraan gender antara pria dan wanita sudah terlaksana. (tom/iwa/mar)