RADARJOGJA.CO.ID – Tinggal selangkah lagi Pemkab Bantul bakal memperoleh penghargaan tertinggi dalam bidang penyelenggaraan pemerintah daerah tingkat nasional. Penghargaan itu berupa Parasamya Purnakarya Nugraha.

Dengan catatan, laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) 2015 masuk sepuluh besar terbaik dari seluruh kabupaten di Indonesia.

Sekretaris Daerah Bantul Riyantono mengatakan, penghargaan tertinggi dalam tataran reformasi birokrasi tidaklah mudah diraih. Terlebih, predikat Parasamya Purnakarya Nugraha hanya disematkan kepada pemerintah daerah yang tiga kali berturut-turut masuk sepuluh besar terbaik.

Menurutnya, di indonesia tak lebih 10 pemerintah daerah yang berhasil menyabet predikat tersebut. Perlu diketahui, LPPD 2013 Bantul masuk dalam delapan besar. Lalu, merangkak masuk enam besar pada 2014.

“Kalau 2015 masuk sepuluh besar lagi otomatis dapat penghargaan itu,” ucap Toni, sapaannya, di sela menyambut kunjungan tim verifikasi lapangan pemberian tanda kehormatan dari pemerintah pusat di Gedung Parasamya, Senin (23/1).

Sebaliknya, penghargaan prestisius itu bisa lepasjika LPPD 2015 gagal masuk sepuluh terbaik nasional. Praktis pemkab harus merintis lagi dari awal jika ingin meraihnya.Tim penilai dari Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan tinggal selama dua hari di Bantul. Mereka bertugas menggali informasi seputar sinkronisasi LPPD dengan fakta lapangan.

Toni optimistis Pemkab Bantul bakal lolos dari tahapan ini. Beberapa terobosan baru menjadi andalan untuk meraih nilai tinggi. Di antaranya, pemberdayaan kelompok usaha mikro kecil dan menengah, serta pengembangan destinasi pariwisata baru.

“Makanya kami sering tampilkan aneka inovasi masyarakat,” ungkapnya.

Ketua Tim Verifiasi Gensly mengaku mengetahui penyelenggaraan pemerintahan di Bantul. Kasubdit Kapasda Dit EKPKD Ditjen Otda Kemendagri ini menyatakan Pemkab Bantul pantas mendapatkan penghargaan. Kendati begitu, Gensly menyerahkan proses penilaian kepada tim.

“Mudah-mudahan Bantul dapat penghargaan tinggi ini. Supaya bisa menjadi kebanggaan,” katanya. (zam/mar)