RADARJOGJA.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo menyemprot rekahan tebing Pedukuhan Soropati, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Selasa (24/1). Dua mobil pemadam kebakaran dan tangki air bersih dikerahkan. Harapannya rekahan bisa longsor sehingga tidak lagi membahayakan warga.

Sekda Kulonprogo Astungkoro ikut memantau penyemprotan tebing Soropati. Dia mengatakan tebing setinggi 250 meter yang longsor sepekan lalu itu masih menyisakan rekahan tiga lapis. Lapis pertama sepanjang 20 meter, lapis kedua 50 meter, dan lapis ketiga 300 meter.

“Untuk penganganan ini, yang pertama harus diturunkan dulu yang menggantung. Lalu dibuat terasering. Kami baru mempelajari kondisi tanahnya, posisi yang menggantung masih berpotensi longsor atau sudah stabil di posisinya,” kata Astungkoro.

Penyemprotan tersebut semacam uji coba. Dua mobil pemadam kebakaran (damkar) BPBD dan dua mobil tangki air Dinas Pekerjaan Umum (DPU) didatangkan.

Penyemprotan dipilih karena dengan peledakan memiliki risiko tinggi. “Kami coba dengan penyemprotan air. Kalau setelah disemprot tidak ada pergerakan apa pun artinya sudah mulai stabil,” kata Astungkoro.

Jika rekahan tebing belum stabil dikhawatirkan saat turun hujan akan longsor. Hal itu membahayakan warga. Hingga kemarin warga di pengungsian belum diperbolehkan pulang karena keamanan tebing belum bisa dipastikan.

“Jumlah warga yang mengungsi sejak sepekan lalu sekitar 142 jiwa. Rinciannya, 73 jiwa warga RT 04, dan 69 jiwa warga RT 05. Kami lihat kondisi tanahnya, kalau sudah stabil, warga yang rumahnya tidak terlalu dekat bisa kembali,” kata Astungkoro.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo Hepi Eko Nugroho mengatakan proses penyemprotan dilakukan bertahap. Diawali dari titik rekahan yang paling ujung, kemudian ke rekahan yang berada paling atas.

“Secara teknis kalau penyemprotan langsung pada rekahan paling atas dikhawatirkan jika longsor akan berhenti di tengah justru menimbulkan potensi kerawanan baru,” ungkap Hepi Eko Nugroho.

Proses penyemprotan juga tidak bisa langsung dilihat hasilnya. Karena pengaruh air tidak bisa langsung terjadi. Diharapkan malam harinya rekahan bisa turun. (tom/iwa/mar)