RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Bupati Sleman Sri Purnomo mengklaim wilayah yang dipimpinnya bebas Antraks. Pernyataan itu menegaskan kabar adanya peredaran Bacillus anthracis di wilayah barat Sleman adalah tidak benar alias hoax.

Apalagi kabar tersebut bersumber dari surat keterangan berkop RSUP dr Sardjito yang sempat menjadi viral di media sosial. Adapun, surat bernomor Yk.01.02/I/1222/2017 itu menyebutkan adanya pasien berinisial HA,8, warga Simping, Sidomoyo, Godean yang meninggal dunia akibat Antraks.

Dikatakan, hal itu bukan berarti wilayah Godean endemis Antraks, seperti kabar-kabar hoax yang banyak beredar di dunia maya. . “Itu sangat disayangkan karena menimbulkan kepanikan masal. Saya tegaskan, Godean dan RSUP dr Sardjito aman untuk dikunjungi,” ungkapnya saat kunjungan kerja di Kantor Kecamatan Seyegan kemarin (23/1).

SP, begitu sapaan akrabnya, mengimbau masyarakat tak mudah percaya suatu informasi yang tak jelas sumbernya.

Tentang adanya pasien meninggal dunia yang diduga karena Antraks juga telah disikapi dinas kesehatan setempat. Kepala Dinas Kesehatan dr Nurulhayah merespons surat dari RSUP dr Sardjito dengan membentuk tim investigasi. Tujuannya, mencari tahu jejak penularan Antraks kepada korban.

“Ternyata hasilnya negatif. Mulai kolam dan sungai di sekitar rumah korban, juga 10 teman mainnya. Semua nihil. Hewan ternak sapi juga tidak ada yang teridentifikasi Antraks,” jelasnya.

Sementara Nurulhayah menyatakan, berdasarkan penyelidikan epidemiologi di wilayah barat Sleman tidak ditemukan sumber penularan Antraks. Mulai rumah korban, lokasi bermain, dan sekolah. “Semua pemeriksaan hasilnya negatif, hewan penularan sekitarnya juga tidak ada. Masih diselidiki apakah korban sebelumnya pernah pergi ke wilayah terdampak langsung,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, surat dari RSUP dr Sardjito yang diterima Dinas Kesehatan Sleman menyebutkan,HA terdiagnosis sebagai pasien suspec primary amoebic meningoencephilities. Pemeriksaan laboratorium tertulis positif bacillus anthracis dari sampel cairan serebrospinal. Dengan diagnosis akhir meningitis anthrax.

Mengingat hasil investigasi tim yang dibentuknya, Nurulhayah tak menyakini jika HA meninggal dunia akibat Antraks.(dwi/yog/ong)