RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Para korban bencana angin kencang yang melanda wilayah Sleman beberapa waktu lalu mulai bisa bernafas lega. Kemarin (23/1) bantuan dari pemerintah daerah disalurkan. Total dana digelontor Rp 84,7 juta. Dibagi untuk 70 korban. Bantuan diserahkan simbolis di Aula Kecamatan Seyegan.

Nilai bantuan bervariasi. Berkisar Rp 200 ribu – Rp 6,5 juta. Disesuaikan kerugian atau tingkat kerusakan yang menimpa rumah korban. Tingkat kerusakan dibagi tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat. Korban luka-luka juga berhak mendapatkan bantuan tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Joko Supriyanto mengatakan, penerima bantuan terbanyak berasal dari Desa Margoluwih (121 orang) Total bantuan diserahkan Rp 15,3 juta. Lalu Margoagung (50) Rp 57,3 juta, Margodadi (6) Rp 9,8 juta, dan Margokaton (2) Rp 2,3 juta. Bantuan senilai Rp 5 juta atau lebih disalurkan melalui transfer rekening. Sedangkan di bawah Rp 5 juta diberikan langsung kepada korban.

Mengacu Peraturan Daerah Nomor 114 Tahun 2016 tentang Bantuan Bencana, proses penyaluran bantuan wajib didahului pendataan. Bantuan diberikan jika kerusakan telah terverifikasi.

Menurut Joko, wilayah terdampak angin kencang pada 4, 5 dan 9 Januari cukup luas. Selain Seyegan, angin kencang memporakporandakan enam wilayah lain. Yaitu, Moyudan, Minggir, Sleman, Mlati, Tempel, dan Godean. “Total kerugian semuanya ditaksir mencapai Rp 539, 7 juta,” ungkapnya.

Bekas kepala Satpol PP itu merinci, total jumlah rumah rusak sebanyak 418 unit. Sedangkan fasilitas sosial dan umum 5 unit, dan tempat usaha 10 unit. Korban luka tujuh orang. Satu lainnya meninggal dunia.

Joko menjamin, bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Dengan alasan, proses penyalurannya telah melalui verivikasi tim yang ditunjuk BPBD. Serta melibatkan kepala desa, camat, dinas pekerjaan umum dan kawasan permukiman, serta dinas kesehatan.

“Camat dan kepala desa turun langsung guna menghindarkan adanya klaim kerusakan yang berlebihan,” kata Joko.

Sementara Bupati Sri Purnomo berharap bantuan yang digelontor dari APBD 2017 bisa meringankan beban para korban bencana. Terutama bagi pemilih rumah yang mengalami rusak berat.

Dalam kesempatan tersebut SP, sapaan akrabnya, berpesan agar warga lebih peka terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Hal itu guna meminimalisasi dampak dan kerugian akibat bencana. Misalnya, lingkungan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon tinggi. SP mengimbau warga tak segan menebang pohon yang usianya tua. Atau sekadar memangkas dahan and daun yang rimbun. Untuk mengurangi beban pohon agar tidak roboh.(dwi/yog/ong)