RADARJOGJA.CO.ID – Untuk pertama kalinya, para taruna dan taruni tingkat III Akademi Militer (Akmil) Magelang mendapat latihan menembak dengan menggunakan senjata jenis mortir. Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Tembak Dislitbang TNI AD Pantai Setrojenar – Ngambal, Buluspesantren, Kebumen tersebut berlangsung selama dua hari dan diikuti 228 peserta. Wagub Akmil Brigadir Jenderal TNI Wisnoe PB, didampingi Kadepmildas Akmil Kolonel Arm Edy Yusnandar SAP dan tim evaluasi yang dipimpin oleh Letkol Inf PJS Vikson GS berkenan meninjau langsung

Pada hari pertama mereka melaksanakan latihan menembak menggunakan senjata mortir 60 mm komando dengan jarak tembak sasaran 650 meter. Dilanjutkan menembak dengan menggunakan senjata mortir 60 mm Longrange dengan jarak tembak sasaran 1700 meter. Hari kedua menembak dengan senjata mortir 81mm Tampella dengan jarak tembak 3000 meter.

“Menembak dengan menggunakan senjata bantuan baik itu yang menggunakan Mo (mortir) jenis 60 mm Commando, Mo 60 mm Longrange maupun yang menggunakan Mo 81 mm Tampella, merupakan pengalaman pertama bagi para taruna maupun taruni yang melaksanakan pendidikan di Akmil. Khususnya bagi para Taruna dan Taruni Tingkat III,” kata Wagub Akmil.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan agar mengetahui dan dapat secara terbatas melayani, mengoperasionalkan serta menembakan senjata bantuan tersebut. Pelaksanaan menembak tersebut mendapat bimbingan, pengawasan dan pengendalian yang melekat dari para pelatih. Hal ini dilakukan untuk menjaga faktor keamanan dan keselamatan sehingga pelaksanaan menembak senjata bantuan dapat dilaksanakan dengan lancar, aman dan selamat.

“Mereka harus konsentrasi dan mengikuti instruksi dari para pelatih untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam latihan . Jadi faktor keamanan dan keselamatan benar – benar jadi prioritas utama dalam latihan ini ,” tandas wagub.(dem/eri)