RADARJOGJA.CO.ID – PIHAK kampus membentuk tim investigasi di internal UII yang terdiri dari unsur pimpinan, bidang kemahasiswaan, bidang medis forensik, dan bidang hukum. Mereka akan menelusuri serta mencari fakta dan informasi yang lengkap terkait wafatnya Muhammad Fadhli dan Syaits Asyam.

Rektor UII Dr Ir Harsoyo, MSc dalam pernyataan resminya membenarkan adanya kegiatan The Great Camping (TGC) yang merupakan kegiatan rutin pendidikan dasar (diksar) unit kegiatan mahasiswa Mapala UII (Unisi) ke-37. Kegiatan ini dilaksanakan rutin tiap tahun.

“Kami bentuk tim investigasi internal. Sedangkan 35 peserta lain yang mengikuti kegiatan TGC telah melakukan pemeriksaan kesehatan di RS JIH pada Sabtu (21/1) atas inisiatif pihak UII sebagai komitmen untuk memastikan kesehatan seluruh peserta,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan UII.

Dijelaskan, pada tahun ini, terdapat 37 peserta terdiri dari 34 laki-laki, 3 perempuan, dilaksanakan di Gunung Lawu, Lereng Selatan, Tawangmangu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sepengetahuan pihak universitas, dan dijalankan sesuai prosedur formal yang berlaku di internal UII. Yakni ada proposal ke pihak universitas, ada penanggung jawab dari pihak panitia, ada susunan panitia dan jadwal acara, ada surat izin orang tua peserta. Juga ada validasi kesiapan peserta dari sisi kesehatan, karena peserta wajib melakukan tes kesehatan dan surat keterangan sehat dari dokter. Sebelum pelaksanaan setiap tahap kegiatan TGC ada pemeriksaan tim medis bekerja sama dengan tim medis UNS.

Harsoyo mengungkapkan, seluruh civitas akademika UII mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum Muhammad Fadhli dan almarhum Syaits Asyam. “Semoga almarhum diampuni dosa-dosanya dan diterima amal ibadah-Nya, dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” jelasnya.

Harsoyo mengungkapkan, UII berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak dalam mengungkap semua fakta terkait meninggalnya kedua mahasiswa Teknik Industri itu. Pihaknya juga akan menindak tegas oknum-oknum yang terlibat, apabila terbukti terjadi penyimpangan prosedur saat pelaksanaan TGC. Apabila terbukti terjadi penyimpangan, maka seluruh kegiatan (termasuk Pendidikan Dasar seperti TGC) akan dibekukan.

“Sampai ada komitmen untuk perbaikan mekanisme pelaksanaan kegiatan sesuai dengan prosedur dan kembali sesuai dengan tujuan awal, yaitu membentuk jiwa patriotik serta nilai-nilai kemandirian, kecintaan terhadap alam, dan tanpa kekerasan,” jelasnya.

Sementara itu, Humas RS JIH Indra Lestari membenarkan bahwa ada sejumlah mahasiswa UII yang diperiksa di rumah sakit yang berada di Jalan Ringroad Utara tersebut. Menurutnya, ada sekitar tiga puluhan mahasiswa yang diperiksa mengalami lecet-lecet di tubuh mereka. “Sudah diperiksa. Memang ada yang sempat masuk UGD, tapi sudah pulang semua,” ujarnya dihubungi kemarin malam. (dwi/riz/yog/ila/ong)