RADARJOGJA.CO.ID-Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang mengadakan seminar nasional (semnas) dengan tema “Peran Psikologi dalam Menyiapkan SDM Berkualitas Menyongsong Indonesia Emas”. Kegiatan tersebut menandai diluncurkannya Prodi S1 Psikologi Um Magelang, yang akan mulai dibuka tahun ini. Seminar tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap kompetensi bidang psikologi dalam perannya mewujudkan SDM yang berkualitas menyambut Indonesia Emas

“Selain itu juga sebagai publikasi program studi S1 Psikologi UM Magelang kepada masyarakat, praktisi dan stakeholders,” kata ketua panitia, Dr Purwati MS.

Acara yang dilaksanakan di Aula Fikes Kampus 2 UM Magelang tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari siswa dan guru BK SMA/SMK se-Kedu. Ditambah organisasi profesi bidang psikologi, perwakilan himpunan mahasiswa UM Magelang, dan stakeholders. Tiga nara sumber dihadirkan dalam acara yang dibuka oleh Rektor UM Magelang, Eko Muh Widodo, tersebut. Mereka adalah Prof. Dr. Noor Rochman Hadjam S.U (Wakil Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah / Dosen Program Doktor Fak. Psikologi UGM) dengan materi “Psikologi Menghadapi Tantangan Masa Depan” , Dr. Endang Widyorini, M.Psi (Ketua HIMPSI Jawa Tengah) dengan materi “Internalisasi Kompetensi Psikologi Bagi Sarjana Psikologi” serta Dr. Muhammad Japar, M.Si (akademisi UM Magelang) dengan materi “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Berkualitas Menghadapi Indonesia Emas” .

Dijelaskan Purwati, generasi emas pertama kali dicanangkan pada peringatan hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional saat itu M. Nuh. Generasi emas dipercaya sebagai generasi yang akan membawa Indonesia menjadi negara yang maju dalam segala bidang, adil dan makmur pada tahun 2045 kelak, bertepatan dengan 100 tahun Indonesia merdeka.

“Pada periode inilah akan banyak muncul generasi penerus bangsa yang produktif, sangat berharga dan sangat bernilai, sehingga perlu untuk dikelola dengan baik agar tercipta generasi yang berkualitas, berkarakter, cerdas dan kompetitif,” tuturnya.

Menurutnya, generasi ini yang akan menjadi kader generasi emas 2045, karena nantinya pada 2045 mereka yang berusia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun dan yang berusia 10-19 tahun akan berusia 45-54 tahun. Untuk mewujudkan generasi emas 2045, tentunya diperlukan peran strategis pembangunan di segala bidang tidak terkecuali bidang pendidikan. Pendidikan, memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kepribadian individu sesuai dengan norma yang berlaku. Adanya sistem pendidikan yang baik, diharapkan dapat memunculkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

“Tantangan pendidikan psikologi saat ini adalah bagaimana mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk menyongsong generasi emas Indonesia tahun 2045,” tandasnya.(ady/dem)