RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN –Jajaran Unit Reserse Kriminal Polsek Ngaglik membekuk tiga pelaku perampokan disertai penyekapan yang terjadi di Griya Perwita Wisata, Sukoharjo,Ngaglik pada Sabtu (14/1). Ketiganya ditangkap di lokasi berbeda.

Para tersangka yang dibekuk kepolisian yakni Agus,27 warga Salatiga; Agung ,26, warga Semarang dan dan Oji,31 warga Jogjakarta. Ketiganya merampok mobil beserta barang berharga milik korban, Nur Fuad, warga Semarang Jawa Tengah, kemudian meninggalkannya di sebuah rumah kosong.

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik Iptu Made Wira Suhendra menerangkan, setelah mendapatkan keterangan dari korban terhadap ciri-ciri pelaku, kepolisian kemudian melakukan pengejaran.

Tak berselang lama dari persitiwa tersebut, polisi berhasil membekuk pelaku Agus, di kediamannya. Dari keterangan Agus ini, tersangka berhasil menangkap tersangka lainnya lain Agung di Semarang, Jawa Tengah. “Terakhir kami menangkap Oji, di Wirobrajan,” jelas Made usai menggelar rekonstruksi peristiwa tersebut kemarin (20/1).

Dia menjelaskan, kasus perampokan ini terbilang unik. Sebab awalnya korban menjalin komunikasi dengan seorang perempuan melalui BBM (blackberry messenger). Setelah komunikasi intens, ternyata korban mengajak ketemuan di sebuah kafe di Salatiga “Ternyata akun itu palsu. Tersangka ini sengaja memancing korban untuk datang,” jelasnya.

Dia menjelaskan peritiwa penganiyaan terjadi di dalam mobil yang korban bawa untuk melakukan kopi darat. Saat tiba di kafe yang dijanjikan, korban dianiaya di dalam mobil yang dibawanya.

Kemudian, korban diikat kedua tangan dan kaki serta mulut dilakban. Pelaku, kemudian membawa korban dari Salatiga menuju Jogjakarta. Di Jogjakarta, Oji telah menyiapkan rumah kosong yang digunakan untuk menyekap korban. Sebuah rumah di kawasan Griya Perwita Wisata, Jalan Kaliurang KM 13 Ngaglik, dijadikan sebagai tempat untuk menyekap korban.

Dari adegan dalam rekonstruksi kemarin, korban disekap di sebuah kamar mandi yang hanya berukuran 2×3 meter sekitar pukul 02.00. Dalam kondisi tak berdaya, korban ditinggal oleh para pelaku dengan keadaan terkunci.

Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi mengatakan, korban berhasil lolos dari celah di bagian atas pintu yang hanya berukuran satu meter tiga jam setelah disekap. Kemudian korban ditolong oleh warga untuk melapor ke polsek.”Korban ini sudah babak belur namun berusaha keluar dari lobang angin,” jelasnya.

Akibat perampokan itu, korban kehilangan sebuah mobil, uang Rp 1 juta dan dua hanphone.”Uang hasil perampokan itu telah habis digunakan pelaku untuk foya-foya di Jogja. Sedangkan mobil ada di tangan salah satu tersangka dan kondisinya rusak,” terangnya.

Dia menjelaskan akibat perbuatan yang dilakukan oleh ketiganya, penyidik akan menjerat dengan pasal pencurian disertai kekerasan pasal 365 KUHP jo 363 KUHP. “Ancaman hukumannya maksimal 9 tahun penjara,” terangnya. (bhn/din/ong)