RADARJOGJA.CO.ID – Wilayah perbatasan tampaknya masih belum sepenuhnya terjangkau sentuhan pemerintah. Tak terkecuali di Dusun Langon, Argosari, Sedayu. Warga yang tinggal di perbatasan wilayah antara Bantul dan Kulonprogo ini pernah mengeluhkan minimnya lampu penerangan di sepanjang Jembatan Bantar. Sayang, hingga sekarang keluhan warga ini belum menuai respons.

“Sudah kami sampaikan saat jaring aspirasi beberapa tahun lalu,” jelas Yunianto, seorang warga setempat, Jumat (20/1).

Warga Langon, kata Yuni, sapaannya, meminta pemerintah memasang lampu penerangan di sepanjang Jembatan Bantar. Itu karena kerap terjadi aksi kriminal seperti penjambretan di jembatan bersejarah ini.

Maklum, kondisi jembatan yang membentang di atas Sungai Progo ini gelap gulita saat malam hari. Sehingga para pelaku kriminalitas leluasa menunggu calon mangsanya yang melintas.

“Pernah ada yang terjatuh dari sepeda motornya gara-gara jambret,” tuturnya.

Senada disampaikan Maryanto. Pemilik bengkel dinamo di sebelah timur jembatan ini mengakui ada beberapa lampu yang terpasang. Hanya, lampu ini tidak terawat. Sehingga tidak berfungsi saat malam hari.

Selain aksi kriminalitas, lanjut Maryanto, gelapnya jembatan Bantar bisa membahayakan pengguna jalan. Terutama, pengendara yang tidak begitu menguasai medan. Sebab, desain kontruksi jembatan Bantar di desain menjadi dua. Dari arah barat (Kulonprogo) melintas di jembatan sebelah selatan. Adapun dari arah timur (Jogja) melalui jembatan sebelah selatan. Nah, pengendara dari arah timur bisa saja masuk ruas jalan jembatan sebelah utara.

“Selain gelap, sebelum masuk jembatan ada turunan cukup tajam,” keluhnya.

Maryanto mengakui belum ada insiden kecelakaan lalu lintas di jembatan Bantar. Kendati begitu, demi kenyamanan pengguna jalan, Maryanto berharap pemerintah memasang lampu penerangan.
“Lampu bisa dijadikan patokan pengendara,” tambahnya. (zam/din/mar)