RADARJOGJA.CO.ID – Mantan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo datang ke lokasi longsor dan barak pengungsian kemarin. “Kondisinya memang berbahaya. Rekahan lebar dan memanjang, pemukiman tepat ada di bawahnya. Antisipasi yang bisa dilakukan, hindari musibah dan korban jiwa,” kata Hasto.

Dia memberi saran agar disiapkan tanah kas desa untuk relokasi rumah warga yang terancam longsor. Sementara warga diimbau tetap tinggal di pengungsian dahulu.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan instansi terkait bersama para dermawan masih bisa menyokong kebutuhan pokok warga selama di pengungsian,” ujar Hasto.

Perlu dicarikan solusi bagi warga yang memiliki usaha sampingan. Misalnya harus mengurus ternak dan tetap bisa membiayai anak-anaknya yang butuh biaya pendidikan.

Salah seorang pengungsi Priyo Suwarno, 76, mengatakan sejak beberapa tahun lalu sudah terdeteksi pergerakan tanah. Bahkan ada penurunan permukaan tanah hingga 60 sentimeter.

“Terakhir ada rekahan sepanjang 200 meter di puncak bukit. Hal itu membuat kami khawatir dan tidak tenang. Lebih baik sementara tinggal di pengungsian,” ujar Priyo.

Warga lain, Suwanto mengatakan longsor terjadi Selasa (17/1) pukul 14.30. Diawali hujan lebat.

“Saat itu terdengar suara bergemuruh. Lalu pohon tumbang satu per satu. Dua hari sebelum kejadian sudah ada tanda-tanda longsor. Sebagian warga juga sudah mengungsi,” kata Suwanto. (tom/iwa/mar)