RADARJOGJA.CO.ID – Pemprov DIJ tak hanya menggelontor dana keistimewaan (danais) Rp 54 miliar untuk Kabupaten Bantul di 2017. Pemprov juga memberikan hadiah berupa predikat desa budaya bagi 12 desa di Bumi Projotamansari. Hal itu semakin menguatkan imej Bantul sebagai sentra kesenian tradisional.

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Sunarto mengatakan, penetapan 12 desa budaya merujuk Surat Keputusan (SK) Gubernur DIJ Nomor 262/KEP/2016 tentang Penetapan Desa/Kelurahan Budaya.

Belasan desa budaya tersebut, antara lain: Panggungharjo (Sewon), Mulyodadi (Bambanglipuro), Srigading (Sanden), Trimurti (Srandakan), Triwidadi (Pajangan), Dlingo, Selopamioro (Imogiri), Seloharjo (Pundong), Sabdodadi (Bantul), Sitimulyo (Piyungan), Bangunjiwo (Kasihan), dan Gilangharjo (Pandak).

“SK ini berlaku lima tahun,” jelas Sunarto, Jumat (19/1).

Dengan kebijakan tersebut, lanjut Sunarto, praktis membuat SK Gubernur DIJ Nomor 325/LPTS/1995 tentang Pembentukan Desa Bina Budaya di DIJ tidak berlaku.

“Status desa-desa ini sebelumnya rintisan,” ujarnya.

Desa budaya bakal memperoleh prioritas dalam program pelestarian kebudayaan tradisional. Mulai pendampingan, hingga gelontoran anggaran untuk pelestarian berbagai kesenian tradisional. “Kami akan fasilitasi peralatan kesenian seperti gamelan dan seragam,” ucapnya.

Meski sudah ada 12 desa budaya, Sunarto belum merasa puas. Dia menargetkan 30 desa yang bakal diusulkan sebagai desa rintisan budaya pada tahun ini.

Bahkan, Dinas Kebudayaan juga berencana membebaskan lahan Pasar Seni Gabusan. Agar kawasan yang terletak di Jalan Parangtritis ini dapat didesain sebagai sentra kebudayaan.

“Pembebasannya kami jadwalkan triwulan tiga nanti,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Desa Selopamioro Himawan mengaku belum mengetahui hadiah dari Pemprov DIJ itu. Kendati begitu, Himawan tidak begitu kaget dengan predikat baru desa yang dipimpinnya itu. Sebab, masyarakat Selopamioro selama ini memang konsen melestarikan berbagai kesenian dan kebudayaan. Seperti upacara adat hingga merti dusun.

“Kami juga memiliki banyak dalang. Mulai yang masih junior hingga dewasa,” katanya. (zam/yog/mar)