RADARJOGJA.CO.ID – Mantan Bupati Sleman, Ibnu Subianto dipercaya Bupati Purworejo Agus Bastian mengetuai Panitia Seleksi Sekretaris Daerah (Pansel Sekda) Kabupaten Purworejo. Beranggotakan enam orang, mereka akan bekerja hingga pertengahan Maret nanti. Guna mengajukan tiga nama yang layak menjabat Sekda Purworejo.

Selain Ibnu, angota pansel terdiri dari akademisi dan profesional dari Purworejo, Jogjakarta dan Semarang. Diantaranya Mulyadi Nitisastro (Polsa Purworejo), Sutrinso (UII Jogjakarta), Supriyono (UMP Purworejo), Lukia Zuraida (STIE WW Jogjakarta), Moh Arief Irwanto (BKD Jawa Tengah) dan Winarta (HW Research and Consulting Jogjakarta). Kesempatan pendaftaran calon Sekda Purworejo ini terbuka bagi Pegawai Negeri Sipil di Jawa Tengah bereselon 2 atau pejabat tinggi pratama.

“Pendaftaran dibuka mulai tanggal 23 besok hingga 10 Februari. Peminat bisa mendaftarkan via email yang ditujukan kepada Bupati Purworejo,” kata Ibnu saat memberikan keterangan pers didampingi Kepala BKD Purworejo Nancy Megawati di Ruang Bagelen.

Berbagai persyaratan yang harus dipenuhi calon pendaftar sekda, menurutu Ibnu bisa dilihat di website Pemkab Purworejo yakni purworejokab.go.id. Diharapkan dengan adanya pemilihan sekretaris daerah secara terbuka ini akan mendapatkan sekda yang berkualitas.

“Kami memiliki keyakinan bahwa Purworejo memiliki potensi birokrat yang bagus. Karena itu perlu ada mekanisme seleksi dan ada panitia yang objektif. Dari sini nantinya akan terlihat potensi-potensi birokrat yang selama ini belum muncul,” tutur Ibnu.

Dikatakannya, tidak ada pembatasan jumlah pendaftar. Semua yang merasa memiliki persyaratan diharapkan turut berpartisipasi untuk bisa dicari calon yang terbaik.

“Kami akan melakukan pengumuman administrasi pada tanggal 13 Februari nanti. Kita akan bekerja keras mendapatkan nama untuk mengikuti fit n proper test yang melibatkan UGM,” tambahnya.

Guna mendapatkan calon yang benar-benar berkualitas nantinya calon yang lolos akan diminta membuat karya tulis mengenai rencana dan langkah-langkah yang akan dilakukan saat menjadi Sekda dimana akan meliputi berbagai aspek pembangunan yang ada.

“Selama proses seleksi kita juga menerima masukan dari masyarakat terkait calon-calon yang mendaftarkan diri agar benar-benar objektif,” kata Ibnu.

Ibnu melihat tantangan Sekda Purworejo kedepan sangat tinggi untuk mendampingi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Agus Bastian-Yuli Hastuti yang dinilainya memiliki semangat besar untuk mengembangkan dan membangun Purworejo. Sedikit bocoran, figur yang diharapkan bisa tampil aalah mereka yang memiliki penguasaan pariwisata, pengembangan ekonomi, bisa mendatangkan investor, mampu mengkoordinasi aparatur birokrasi dan juga bisa mengelola masalah pertanahan.

“Beberapa catatan yang harus diperhatikan adalah Purworejo memiliki kekayaan wisata yang belum digarap dan dekat bandara internasional nantinya dimana akan ada zona yang berkembang. Namun disisi lain, Purworejo memiliki keterbelakangan yang harus dikerjakan karena income perkapitanya masih rendah,” jelas Ibnu.
Ditegaskan Ibnu, dalam seleksi Sekda ini pihaknya tidak mendapat intervensi dari Bupati Purworejo. Dan semua pejabat tinggi pratama yang ada juga diharapkan turut mendaftarkan diri untuk beradu program sebagai Sekda.

Dalam catatan Badan Kepegawaian Daerah, ada sebanyak 17 nama yang layak dipilih atau mengikuti seleksi Sekretaris Daerah, termasuk di dalamnya mantan Sekda Tri Handoyo. “Ada 17 nama yang bisa mendaftar, tapi saya tidak bisa ikut serta karena terlibat dalam kepanitian,” kata Kepala BKD Purworejo Nancy Megawati.

Terpisah Bupati Purworejo Agus Bastian mempersilakan seluruh pejabat tinggi pratama yang ada di Purworejo untuk mendaftarkan diri. Pihaknya tidak akan melakukan intervensi dalam pemilihan dan menyerahkan semuanya kepada panitia seleksi.

“Semua transparan, saya tidak masalah siapa nanti yang akan jadi. Mari kita bekerja bersama-sama,” tandas bupati. (udi/dem)