RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Minimnya jumlah SMP yang siap menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman memperpanjang waktu pendaftaran. Sebab, dari 137 SMP/madrasah tsanawiyah (Mts) negeri maupun swasta yang ada hanya 41 sekolah yang menyatakan siap menyelenggarakan UNBK mandiri. Sedangkan total jumlah peserta ujian nasional 2017 sebanyak 14.544 siswa.

Kepala Disdik Arif Haryono tak menampik repotnya sekolah penyelenggara UNBK. Terutama terkait penyiapan sarana dan prasarana penunjang. Seperti computer, server, jaringan internet, hingga listrik, dan jenset.

Menurut Arif, belum semua sekolah memiliki jenset. Sebagian ada yang menyewa. Jenset menjadi krusial sebagai antisipasi jika terjadi pemadaman listrik saat UNBK berlangsung. “Kami akan kirim surat ke PLN agar tidak melakukan pemadaman selama ujian berlangsung,” katanya kemarin (19/1).

Ketersediaan tenaga proktor dan teknisi juga penting. Peran keduanya berpengaruh pada kelancaran proses ujian. Belum lagi mengenai pelatihan bagi siswa agar lebih terbiasa mengoperasikan komputer.

“Secara umum ujian dengan komputer lebih efisien. Tapi perlu persiapan yang sangat matang. Terutama para siswa. Pihak sekolah harus sering menggelar simulasi,” imbaunya.

Nah, bagi sekolah yang belum siap mandiri, Disdik memberikan solusi. Caranya, bergabung dengan SMP lainnya. Atau memanfaatkan fasilitas SMA dan SMK penyelenggara UNBK. Sekolah juga diperbolehkan meminjam laptop milik siswa dan guru. “Kalau yang nebeng di SMA atau SMK, proktor dan teknisi cukup dari sekolah tempat ujian berlangsung. Karena mereka yang sudah paham dengan kondisi komputernya,” katanya.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Sleman Zainal Abidin mengungkapkan hanya MTs 1 Sinduadi yang siap menyelenggarakan UNBK tahun ini. Sementara untuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Sleman semuanya siap. (dwi/yog/ong)