RADARJOGJA.CO.ID – Tebing setinggi 250 meter longsor mengenai rumah warga di Dusun Soropati, Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kulonprogo, Selasa (17/1). Mengantisipasi longsor susulan, seluruh warga Soropati mengungsi.

Longsor terjadi pukul 14.30. Sebelumnya, warga mendeteksi retakan 200 meter di tebing. Tanda-tanda longsor semakin jelas saat hujan turun pagi hingga siang.

Parjio, warga Soropati mengajak keluarganya mengungsi. Rumahnya berada di bawah tebing yang retak. “Saya pikir siang atau malam pasti longsor. Jadi keluarga saya ungsikan. Kami mengungsi ke rumah saudara,” kata Parjio kemarin.

Prediksinya terbukti, selang beberapa jam setelah mengungsi, tebing longsor. Tanah, batu-batuan, dan pohon-pohon menerjang rumah Parjio.

“Kondisi paling parah di dapur, atap dan tembok jebol. Longsor terjadi cuma lima menit. Setelah itu ada longsor susulan kecil,” ujar Parjio.

Parjio bersedia pindah jika rumahnya itu tidak layak huni karena faktor keamanan. “Kemungkinan tidak bisa ditempati lagi,” kata Parjio.

Warga lainnya, Suwanto mengatakan warga mulai mengungsi dua hari pasca tanah bergerak turun perlahan. Kebanyakan mengungsi ke rumah saudaranya. “Semalam satu RT kosong. Ada 28 rumah. Akses masuk juga ditutup, tinggal beberapa orang yang jaga-jaga,” kata Suwanto.

Sementara itu, BPBD dan Tagana Kulonprogo mendirikan posko pengungsian di Dusun Clapar I, Desa Hargowilis, Kokap sejak Selasa (17/1) petang. Posko untuk dapur umum dan pusat koordinasi.

Jumlah pengungsi mencapai 178 orang. Anggota Tagana akan mengantarkan makanan dengan mendatangi korban satu per satu. “Kami didistribusikan dengan sistem bungkus biar pengungsi mudah menerima,” kata Koordinator Dapur Umum Tagana Kulonprogo Sumarjo. (tom/iwa/mar)