RADARJOGJA.CO.ID – Keluarga terpidana eks anggota dewan periode 1999-2004 yang dibui tidak kuasa menanggung kesedihan. Ekspresi menguatkan hati agar terlihat tegar berusaha ditunjukkan. Namun, gagal, dilihat dari air mata mereka yang tumpah.

Berpisah dengan anggota keluarga yang dicintai, apa lagi perpisahan tidak wajar, tentu berat. Bahkan kesedihan tersebut masih terasa hingga Rabu (18/1). Salah satu keluarga terpidana di Kecamatan Playen, Titik contohnya. Ia menangis. Bahkan tangisannya sampai terdengar tetangganya.”Saya mendengar ibu (Titik) menangis. Saya jadi ikut kasihan melihatnya,” ungakap tetangga tersebut.

Saat media ini menemui Titik di kediamannya, ibu muda ini takut memberikan pernyataan. Ia khawatir pernyataannya memicu masalah baru. Namun, saat ditanya kondisi kesehatan suaminya yang berada di hotel prodeo, matanya berkaca-kaca.

“Selama ini saya bersama dengan bapak. Kalau beliau sakit saya rawat, siapkan makan agar kesehatan terjaga. Sekarang di sana (di Lapas Kelas IIA Jogjakarta),” ungkap Titik.

Ia melanjutkan, salah satu anggota keluarganya yang ikut dibui sekarang sudah menjalani proses hukum. Namun, ia mempertanyakan pelaku lain yang turut terlibat dan hingga kini masih bebas.

“Kalau semua menikmati kemudian dianggap bersalah, seharusnya semua juga merasakan seperti keluarga saya,” tegasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, upaya memperjuangkan kasus tersebut sudah dilakukan. Semua usahanya kandas. Dua hari lalu, suaminya dieksekusi Kejari Gunungkidul. “Semoga bapak selalu diberikan kesehatan,” katanya.(gun/hes)