RADARJOGJA.CO.ID – Masih ingat kasus bayi dibuang di depan rumah bidan? Kini, identitas pelaku tindakan tidak manusiawi di Padukuhan Glagah, Desa Kemiri, Kecamatan Tanjungsari beberapa waktu lalu terbongkar.

Kapolsek Tanjungsari AKP Basuki Triyono mengatakan, pascapenemuan bayi petugas langsung melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan, terungkap pelakunya dua orang pelajar asal Wonosari.

“Kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di mapolsek,” tegas Basuki, Rabu (18/1).

Ia melanjutkan, kedua pelaku diketahui berinisial A dan S. Mereka diantar kedua orang tua masing-masing ke kantor polisi, Selasa (17/1). Setelah dilakukan pencocokan dengan data yang dimiliki petugas, keduanya langsung diperiksa.

“Dari pemeriksaan awal, A dan S diketahui berstatus pelajar di Kota Wonosari. Motif pembuangan lebih pada usur rasa malu karena memiliki anak dari hubungan tak resmi,” ujarnya.

Menurutnya, kecurigaan terhadap kedua pelaku terendus saat muncul informasi ada siswa perempuan tidak masuk sekolah dalam beberapa bulan. Setelah ditindaklanjuti, siswi itu ibu dari bayi yang dibuang di depan rumah bidan.

Bidan Endang Kurniasih mengatakan, Selasa sore (17/1) ada petugas kepolisian datang mengambil bayi. Setelah diberikan penjelasan, akhirnya bidan tersebut merelakan bayi mungil dibawa petugas.

“Bayi dengan berat 2,75 kilogram itu dititipkan karena ditemukan dirumah saya,” kata Endang.

Sekedar mengingatkan, kasus penemuan bayi diketahui Saryanto yang akan memeriksaan diri di pelayanan bidan Endang Pamungkasih. Saryanto kaget mendengar tangisan bayi. Setelah dicek ternyata di depan pintu ada bayi mungil tergeletak berselimut kain.(gun/hes)