RADARJOGJA.CO.ID – BPJS Ketenagakerjaan berhasil mengumpulkan kepesertaan aktif hingga 22,6 juta orang atau 103 persen dari target yang dipatok selama 2016. Bahkan kepesertaan program jaminan pensiun mencapai 9 juta orang sejak diluncurkan pada Juli 2015.

Adapun total iuran yang dikumpulkan juga melebihi target dari yang ditetapkan. Yakni, mencapai Rp 48,53 triliun atau 114 persen dari target 2016.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, pencapaian (unaudit) melebihi target tersebut berkat kerja keras seluruh insan BPJS Ketenagakerjaan, didukung berbagai pihak. Termasuk kementerian dan lembaga terkait.

“Pegawai BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia berusaha keras selama 2016 untuk meningkatkan perlindungan pada seluruh pekerja. Baik penerima upah (PU) dan bukan penerima upah (BPU),” kata Agus, usai menyampaikan kuliah umum pembekalan wisudawan program Pascasarjana di UGM, Rabu (18/1).

Ia meneruskan, BPJS Ketenagakerjaan juga bekerja sama dengan berbagai stakeholder. Baik pemerintahan dan swasta, serikat pekerja (SP), asosiasi pengusaha, serta masyarakat. Tujuannya satu, yakni meningkatkan kepesertaan.

Agus menambahkan, kepesertaan sektor BPU meningkat signifikan sebanyak 378 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau mencapai 1,37 juta peserta. Pencapaian kepesertaan BPU ini juga melebihi target yang ditetapkan untuk tahun 2016 atau mencapai 226 persen.

Dikatakan Agus, dari sisi pembayaran manfaat pada 2016, BPJS Ketenagakerjaan juga bisa memberikan pelayanan yang optimal dengan besaran klaim masih di bawah yang ditargetkan.

“Klaim yang dibayarkan pada Desember 2016 mencapai Rp 20,06 triliun atau 77 persen dari estimasi. Klaim terbesar berasal dari Jaminan Hari Tua (JHT) yang mencapai Rp18,6 triliun dari 2,2 juta kasus sebagai dampak regulasi yang membuka peluang pencairan karena PHK atau resign. Secara keseluruhan claim ratio kami masih terkendali,” katanya.

Dari sisi dana kelolaan, Agus menjelaskan dana yang terkumpul mencapai Rp 260,54 Triliun dengan tingkat return investasi mencapai 9,43 persen. Hal ini melebihi target dana investasi yang ditetapkan untuk tahun 2016. Yaitu, sebesar 106 persen dari target. “Tren pencapaian yang diraih pada 2016 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Seperti peningkatan kepesertaan aktif yang mencapai 17 persen dan penerimaan iuran 35 persen lebih besar dibanding 2015 dengan dana investasi yang juga meningkat sebesar 26 persen dari tahun sebelumnya,” katanya.(hes/dem)