RADARJOGJA.CO.ID – Hidup segan mati tak mau. Itu gambaran nasib Terminal Imogiri selama beberapa tahun terakhir. Terminal milik Pemkab Bantul ini hanya dijadikan transit bus jurusan Jakarta. Jarang ada angkutan perkotaan maupun pedesaan yang beroperasi.

Nah, untuk menghidupkan kembali Terminal Imogiri, pemkab telah mempersiapkan langkah strategis. Yakni, dengan menjadikannya sebagai terminal transit pariwisata. Pertimbangannya, tidak sedikit wisatawan yang melancong ke objek pariwisata di Dlingo.

Sementara, akses jalan menuju destinasi wisata penuh dengan turunan, tanjakan, serta kelokan tajam. “Bus besar yang kesulitan di medan tanjakan bisa transit,” jelas Kepala Dnas Perhubungan Bantul Aris Suharyanta, Rabu (18/1).

Aris melihat kebijakan ini memiliki multieffect. Pengusaha angkutan perkotaan atau pedesaan yang selama ini berhenti beroperasi bisa mengambil keuntungan. Seluruh wisatawan yang transit bisa diangkut menuju objek menggunakan angkutan umum ini.

“Atau saat tertentu kami tempatkan angkutan milik Dishub di situ,” ucapnya.

Kabid Angkutan Dishub Bantul sarjiman menambahkan, Dishub memiliki empat unit bus. Dengan kapasitas 25 tempat duduk. Bus-bus ini siap dioperasikan untuk mengangkut wisatawan.

“Tarif menyesuaikan regulasi,” tambahnya.

Sarjiman mengakui jalur Imogiri-Dlingo merupakan medan berat. Di sisi lain, rambu-rambu lalu lintas yang terpasang masih minim. Karena itu, Dishub bakal berkoordinasi dengan Dishub Pemprov. Tujuannya untuk meminta penambahan sarana jalan ini. (zam/yog/mar)