RADARJOGJA.CO.ID – Seperti halnya pasar tiban, rezeki menjelang hari besar keagamaan selalu menarik. Ini pula yang terjadi menjelang Hari Raya Imlek. Lukisan bertemakan Tionghoa bisa menjadi angpao tersendiri menjelang Imlek.

Wara Anindyah, 48, menjelaskan, nilai-nilai filsafat dan spiritual terkandung di dalamnya lukisannya begitu banyak diminati masyarakat. Menjelang Imlek Wara membuat beberapa lukisan bertema Tionghoa seperti, Sang Putri Rembulan, Petuah Nenek, Hadiah Kawin Perah, Bunga Mekar di Relung Kalbu, dan lain sebagainya. Lukisan tersebut kental dengan warna dan karakter Tionghoa

“Beberapa ada yang pesanan, sebagian untuk display saja,” ungkapnya saat ditemui di Seruni Art Manajemen Jalan Lowanu Gang Dahlia, Sorosutan Rabu (18/1).

Wara yang sudah mengikuti 85 kali pameran baik di dalam negeri maupun luar ini mengatakan, lukisan bertema Imlek tersebut bisa dijadikan sebagai alternatif angpau yang diberikan kepada kerabat atau saudara. Menurutnya angpau berupa uang tidak akan bertahan lama nilainya, namun jika sebuah lukisan dijadikan angpau nilai-nilai filsafat dan spiritual dapat dinikmati sampai kapanpun.

Tak hanya lukisan bertemakan Imlek sana yang ia buat selama ini, wanita yang juga turunan Tionghoa tersebut sering melukis tema Jawa dan Eropa. Lukisan hasil karya Wara dijual mulai harga Rp 15 juta hingga Rp 300 juta. Minat pembeli menjelang Imlek cukup tinggi, pesanan yang diterima Wara tidak hanya dari Indonesia saja, negara tetangga seperti Hongkong dan Singapura juga memesan lukisan Wara.

Momen Imlek menurut Wara bukan hanya sekedar perayaan tahunan saja, tapi lebih kepada memunculkan kembali spiritualitas dari leluhur. “Selain itu sikap introspeksi diri untuk terus berbakti kepada orang tua juga menjadi momen penting dalam perayaan Imlek ini,” tutupnya. (ita/eri)