RADARJOGJA.CO.ID – Truk pengangkut batu andesit yang melebihi tonase menjadi penyebab kerusakan jalan di Kulonprogo. Hal itu membuat DPRD setempat mendesak pemkab memperbaiki regulasi pertambangan.

Wakil Ketua I DPRD Ponimin Budi Hartono mengatakan rata-rata beban jalan Kulonprogo enam ton. Sedangkan truk batu andesit tonasenya sembilan ton, hal itu menyebabkan jalan dan jembatan rusak.

“Pemkab harus segera bertindak mengatasi masalah ini. Masyarakat sudah merasakan dampak kerusakan jalan dan jembatan akibat penambangan ini,” kata Ponimin (17/1).

Pemkab harus segera mengatasi masalah ini. Apalagi pemasukan daerah dari pertambangan dan kerusakan yang ditimbulkan tidak sepadan. “Harus ada aturan baru yang mengakomodasi semuanya,” ujar Ponimin.

Anggota Komisi II DPRD Kulonprogo Suharmanta mengatakan pemkab mendapat pemasukan pajak pertambangan hanya dengan kontrak kerja. Sehingga pemasukan pemkab tak sepadan dengan kerusakan jalan.

“Pemkab bisa mengadopsi yang dilakukan Pemkab Magelang. Di sana disediakan jalan khusus untuk kendaraan tambang, sehingga tidak merusak jalan umum,” kata Suharmanta.

Pemasukan Pemkab Magelang dari hasil pertambangan Rp 18 miliar per tahun. Mereka memiliki TPR di pintu masuk pertambangan. Hal itu tidak dilakukan di Kulonprogo, pajak dari kontrak kerja hanya menghasilkan Rp 1 miliar per tahun.

“Pendapatan daerah bisa bertambah dengan adanya TPR dilengkapi CCTV Online untuk memonitor aktivitas pertambangan. Saya rasa hal seperti itu bisa diterapkan di Kulonprogo,” kata Suharmanta. (tom/iwa/mar)