RADARJOGJA.CO.ID – Skuad PSIM Jogjakarta mulai kehilangan taring. Ini setelah beberapa penggawa musim lalu di Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016 berpindah klub. Alhasil, latihan perdana Rabu (18/1) lalu, di Stadion Mandala Krida, Laskar Mataram, julukan PSIM Jogjakarta hanya diikuti 11 pemain.

Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto menyebutkan, pihaknya sebenarnya menyodorkan 19 nama pemain PSIM musim lalu kepada manajemen untuk dipertahankan. Namun berkurang satu setelah bek tengah Sunni Hizbullah berlabuh ke Stadion Wijayakusuma markas PSCS Cilacap. “Sementara berlatih dengan yang ada dulu sembari menunggu pemain yang belum hadir,” ujarnya.

Dari pantauan latihan pagi kemarin, sebelas pemain yang sudah ikut latihan diantaranya kiper Tito Rama, Edo Pratama, Ayub Antoh, Nurdiansyah, Pratama Gilang, Anjar Beni, Tri Wahyu, Edo Dwi Nurcahyo, Dimas Priambodo, M. Rifky dan Hendika Arga Permana. Namun, nama terakhir harus menjalani latihan terpisah karena masih mengalami cidera di bagian bahu kanannya.

“Kalau buat gerak masih terasa nyeri. Jadi pelatih minta latihan terpisah yang ringan saja dulu,” ujar Hendika.

Setelah pemanasan, Erwan meminta pemainya berlatih memperbaiki ball feeling dengan umpan-umpan pendek lalu diteruskan long passing. Pelatih yang musim lalu membawa Laskar Mataram sampai 16 besar ISC-B itu melihat, fisik pemain memang merosot setelah libur kompetisi.

Selain itu, akurasi umpan dan kontrol juga jauh menurun dibanding saat kompetisi lalu. Hal itu bisa dimaklumi sebab pertandingan terakhir PSIM saat melawan PSCS 12 November 2016 menjadi pertandingan terakhir skuadnya. Praktis selama tiga bulan banyak penurunan. “Sekitar 40 persen fisik mereka drop,” bebernya.

Karena itu pelatih asal Magelang, Jateng ini menargetkan setidaknya pada awal Februari kerangka tim sudah terbentuk. Sehingga selanjutnya ia bisa merancang program latihan bersama tim pelatih lainnya untuk memantapkan skuad jelang liga resmi dimulai. Ia juga mengharapkan pemain yang dipertahankan bisa segera berkumpul dan bisa segera latihan bersama. “Terutama yang masih berada di DIJ dulu,” tuturnya. (riz/eri)