RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Kasus penganiayaan dan kekerasan di DIJ bak sinetron yang kisahnya tak kunjung usai. Korban dari akibat aksi kekerasan jalanan berjatuhan dalam tempo waktu berdekatan. Terbaru, kasus kekerasan menimpa Yogik Hermanto, 32, warga Sidokarto, Godean, Sleman.

Pria yang kesahariannya buruh lepas di sebuah perusahaan ini menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal pada Selasa sore (17/1). Akibat kejadian itu, Yogik menjalani perawatan intensif di RSUP dr Sardjito.

Kapolsek Depok Timur Andrey Valentino menerangkan, Yogik menjadi korban penganiayaan menggunkan benda tajam dari sesrorang yang tak dikenal. Sabetan benda tajam tersebut mengenai tulang punggung korban.

“Info yang kami terima tulang punggungnya patah dan terjadi pendarahan hingga menyebar ke paru-paru,” jelas Andrey, kemarin (18/1).

Dia menjelskan kronologis kejadian itu bermula saat korban pulang dari tempat kerjanya di kawasan Sambilegi Baru, Maguwoharjo, Depok sekitar pukul 14.10. Korban kala itu menggunakan sepeda motor. Ketika berkendara, korban diikuti oleh pelaku yang menggunakan sepada motor jenis Yamaha Vixion.

Sesampainya di Jalan Kembang Raya, Maguwoharjo, korban dipepet oleh pelaku sambil menyabetkan parang ke pinggang sebelah kanan korban. Akibat sabetan itu, terdapat luka sepanjang 10 sentimeter di pinggang korban.

Dia mengatakan, korban tidak mengenali pembacok, karena saat melakukan aksinya pelaku menggunakan masker. Setelah membacok korban, pelaku kabur menuju ke arah selatan.

“Motifnya belum diketahui namun dalam peristiwa itu tidak ada barang berharga korban yang dirampas,” jelasnya.

Setelah insiden itu korban kembali ke tempat kerjanya untuk meminta pertolongan kepada rekan-rekannya. Oleh temannya korban dibawa ke RS Islam Jogjakarta Jalan Solo untuk mendapatkan perawatan. Karena luka yang dialami cukup parah, kemudian korban dirujuk ke RSUP dr Sardjito.

“Kasus ini masih kami dalami. Untuk sementara saksi korban belum bisa kami mintai keterangan karena kondisinya belum stabil,” jelasnya.

Sementara itu, pengakuan keluarga korban, saat ini Yogik tengah dalam perawatan. Namun, kerabat korban belum bisa memberikan keterangan perihal peristiwa tersebut. “Maaf belum bisa diwawancara karena ini posisinya masih ribet. Untuk Yogik saat ini belum belum bisa dikunjungi dulu,” ujar keluarga korban yang enggan identitasnya disebut. (bhn/ila/ong)

Tak Ada Perampasan, Motif sedang Didalami