RADARJOGJA.CO.ID – MINGGU lalu kita kupas profil Hriscahyo Yoel Agviandi yang cerita perjalanannya ke Amerika menjadi DBL All Star. Kali ini kita berkenalan dengan srikandi first team Honda DBL Jogja, Florentina Aira Syaharani.

Akrab disapa Aira, siswi SMAN 6 Jogja ini dua kali meraih gelar first team Honda DBL D.I.Jogjakarta Series, pada 2015 dan 2016. Menjadi first team adalah satu dari banyak mimpinya ketika masih SMP.

Mengenal basket, Aira mengikuti jejak kakaknya yang ketika SD mengikuti ekskul basket. “Waktu kelas 4 aku ikut-ikutan Mas Cahya. Keliatannya seru aja,” kata cewek kelahiran Jogja 21 Mei 1999.

Kecintaanya terhadap basket juga didukung ayahnya. “Cin (cinta, red), kalo main jangan malu-maluin to,” gaya Aira meniru ucapan ayahnya memberi semangat waktu bertanding.

Siapa sangka, di akhir masa SMA Aira harus berkorban untuk meninggalkan basket sejenak demi lulus SMA. Cewek yang ingin jadi dokter bedah ini sedang fokus mengikuti tes universitas. Porsi belajarnya seminggu penuh. Dilakukan demi meraih mimpi.

“Sejak dulu pasti ada waktu untuk basket meski sehari. Tapi sekarang aku mengganti porsi basket untuk belajar. Sempet ada rasa, kok ada yang hilang ya? Tapi gimana lagi? Demi cita-citaku, dokter!” ucap cewek bertinggi 165 sentimeter.

Aira puas dengan segala kenangannya. Aira sempat masuk di daftar nama “siswa yang sering izin” karena berbagai lomba basket di luar kota.

Tak jarang Aira sering menjadi pembicaraan guru berkaitan dengan presensinya. Hal itu menjadi cambuk cewek manis pemilik nomor punggung 12. “Meski aku meninggalkan jam sekolah, aku harus pulang bawa piala!” katanya.

Meski jarang berkumpul bersama teman sekolahnya, Aira menyempatkan diri bergabung menjadi anggota OSIS Muda Wijaya sebagai Sekbid 7, Seksi Pembinaan Kualitas Jasmani, Kesehatan, dan Gizi periode 2015-2016. Dia juga menggarap event basket tingkat SMP yang kali pertama digelar, yakni Namche Basketball Championship (NBC).

Setiap orang selalu ingin mengepakkan sayap lebih jauh, sama seperti si pemilik posisi shooting guard ini. Setelah lulus SMA, dia akan menjadikan basket sekadar hobi di waktu senggang.

“Basket sudah memberi banyak kenangan di masa remajaku. Aku belum tau apakah mau lanjut di basket lagi atau enggak saat kuliah nanti. Sekarang yang aku pikirkan, aku harus lolos jadi dokter,” kata Aira. (val/iwa/ong)