RADARJOGJA.CO.ID –Inisiatif strategis yang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan berjalan baik. Ini ditandai jumlah SPO sebanyak 2.309 di seluruh Indonesia.

“Perolehan kepesertaan sebanyak 252.702 peserta melalui program GN Lingkaran dan 2.723 melalui pilot project program PERISAI di Jogjakarta dan Jember selama dua bulan,” Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto usai menyampaikan kuliah umum pembekalan wisudawan program Pascasarjana di UGM, Rabu (18/1).

Menurut Agus, beberapa inisiatif strategis yang dijalankan pada tahun 2016 menunjukkan perkembangan positif. “Inisiatif-inisiatif yang dikembangkan juga berjalan sesuai rencana. Di antaranya kerja sama service point office (SPO) dengan perbankan untuk pelayanan, perluasan kepesertaan dengan sistem keagenan yang diadopsi Sharousi Jepang, yaitu Agen PERISAI (Penggerak Jaminan Sosial Indonesia), perlindungan pekerja rentan melalui sistem crowd funding melalui Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran), pemberian manfaat keseharian melalui mekanisme co-marketing dengan mitra dan peningkatan kepatuhan melalui sistem pengaduan oleh peserta di BPJSTK Mobile,” papar Agus.

Untuk jumlah aduan melalui BPJSTK Mobile mencapai 33.467 pelapor dan kerja sama co-marketing dengan 411 merchant yang menawarkan potongan harga untuk restoran, hotel, dan sebagainya.

Namun Agus mengakui, tahun 2017 masih banyak tantangan yang harus dihadapi BPJS Ketenagakerjaan dalam tugasnya melindungi seluruh pekerja di Indonesia.

“Kami akan bekerja lebih keras di tahun ini untuk memastikan tercapainya universal coverage secara bertahap. Semua inisiatif strategis yang dijalankan akan dioptimalkan untuk mendorong peningkatan kepesertaan. Di antaranya pengembangan manfaat tambahan seperti perumahan. Kami juga akan meningkatkan kerja sama dengan lembaga terkait. Termasuk mengevaluasi besaran iuran jaminan pensiun,” tegasnya.

Tahun 2017 menjadi spesial bagi BPJS Ketenagakerjaan karena genap 40 tahun melindungi pekerja Indonesia sejak berdirinya Perum Astek pada 1977. Tahun ini, target yang ditetapkan juga ditingkatkan dari tahun sebelumnya. Untuk mencapainya, lembaga ini didukung strategi yang tepat dengan tema “Memperkuat Kapasitas Organisasi dan Kemitraan Strategis untuk Optimalisasi Cakupan Kepesertaan”.

Dari sisi kepesertaan, total tenaga kerja aktif tahun 2017 ditargetkan mencapai 25,2 juta orang atau meningkat 11 persen dari 2016. Sementara iuran ditargetkan mencapai Rp 55,37 triliun atau meningkat 14 persen dari 2016. Dari sisi dana kelolaan ditargetkan mencapai Rp 297 triliun atau meningkat 14 persen dari 2016.

Tahun 2017, inisiatif strategis yang ada semakin ditingkatkan. Mulai memperbanyak kerja sama co-marketing dengan perusahaan mitra BPJS Ketenagakerjaan, optimalisasi BPJSTK Mobile, peningkatan kepesertaan dari pekerja rentan melalui program GN Lingkaran dan optimalisasi PERISAI.(hes/dem)