RADARJOGJA.CO.ID – Penyedia jasa pembangunan pusat kuliner di kompleks Pantai Jatimalang Pemkab Purworejo akhirnya diputus kontrak. Pemkab Purworejo memilih mengakhiri kerja sama dengan pihak kontraktor. Bahkan proyek yang seharusnya bernilai Rp 1,599 miliar, pembayarannya dikurangi 20 persen dari kontrak.

“Sudah kami putus kontrak dan kami hanya membayar 80 persen saja dari total pekerjaan yang dilakukan,” kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Lilos Anggorowati.

Bupati Purworejo Agus Bastian menyatakan keprihatinannya terharap pekerjaan yang dilakukan kontraktor terhadap pasar kuliner Jatimalang. Banyak kerugian, utamanya bagi pemkab dan masyarakat, yang seharusnya bisa menggunakannya lebih awal.

“Seharusnya tahun ini bisa digunakan dan akan mendukung wisata di Jatimalang, tapi nyatanya tidak rampung,” tutur Bastian.

Bupati meminta pengembang yang gagal menyelesaikan pekerjaannya agar tidak digunakan lagi dalam lelang pekerjaan lain berikutnya. Hal itu untuk memberikan efek jera agar program pembangunan bisa berjalan sesuai harapan.

“Mem-blacklist, jangan sekadar nama usahanya, tapi harus sampai orangnya,” pintanya.

Secara khusus ia mengatakan kalau sisa dana 20 persen yang tidak dibayarkan ke pengembang tidak akan mungkin cukup untuk menyelesaikan pusat kuliner. Dibutuhkan dana tambahan yang rencananya akan dianggarkan di APBD Perubahan 2017 nanti.

“Jelas tidak cukup untuk merampungkan. Karena akan muncul beberapa biaya tambahan. Kita usahakan bisa masuk ke Perubahan nanti,” janjinya.

Bupati meminta dalam lelang-lelang berikutnya, harus benar-benar dipilih kontraktor yang mau bekerja benar. Sejak awal perlu ada komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu. (udi/dem)