RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sleman memberikan respons atas aksi klithih pelajar yang masih marak saat ini. Terlebih sekitar sepekan lalu muncul kasus di Cangkringan dan Ngemplak turut melibatkan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN), yang notabene berada di bawah kewenangan Kemenag Sleman.

Kepala Kanwil Kemenag Sleman Zainal Abidin menegaskan bakal menjatuhkan sanksi bagi siapapun siswa yang terlibat klithih. Pimpinan madrasah tak hanya diminta mengambil tindakan mengeluarkan siswa terkait.

Lebih dari itu melaporkan siswa yang terlibat ke kepolisian. Jika memang terbukti melanggar aturan. “Harus bisa menjadi efek jera, sekaligus pembelajaran bagi siswa,” ujarnya kemarin (16/1).

Zainal mewanti-wanti para siswa agar tak mudah terprovokasi pihak lain untuk bertindak kriminal. Itu demi menghindari kejadian yang lebih besar. “Jika menjadi korban segeralah melapor ke pihak berwajib atau guru,” lanjutnya.

Zainal tidak menampik ada siswa madrasah yang menjadi pelaku klithih. Dari hasil investigasi internal, siswa bersangkutan terlibat karena terdorong keinginan kelompok lain.

“Mengatasnamakan solidaritas tapi salah memaknainya. Kabar terbaru saya mendengar teman-temannya di madrasah meminta agar siswa tersebut tidak kembali (belajar) di madrasah itu. Kami akan rembuk dulu dengan komite madrasah,” paparnya.

Lebih lanjut Zainal berharap lebih pada kiprah 35 penyuluh dari Kemenag. Fungsi mereka hampir sama dengan guru-guru bimbingan konseling, yakni menekan perilaku negatif siswa.

Koordinator Penyuluh Kemenag Sleman Sri Hermayanti menuturkan, pihaknya sedang menyusun program penanggulangan kenakalan remaja. “Ini sebenarnya program lama yang diefektifkan lagi. Kami siap diterjunkan kapan saja,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, dua gerombolan siswa terlibat tawuran di Simpang Empat Koroulon, Bimomartani, Ngemplak, Jumat (13/1), yang melibatkan siswa salah satu madrasah di wilayah Sleman. Namun, aksi tawuran berhasil dilerai warga. Kendati demikian, tak kurang 20 pelajar ditangkap aparat Polsek Ngemplak untuk menjalani pemeriksaan. Polisi juga mengamankan sebuah sabit, pedang, dan tiga gir sepeda motor. (dwi/yog/ong)