RADARJOGJA.CO.ID–Keaslian Kompleks Candi Prambanan perlahan mulai dikembalikan seperti asalnya. Terutama keberadaan ratusan candi perwara yang mengelilingi bangunan inti candi yang juga dikenal dengan sebutan Rorojonggrang itu. Dari 224 candi perwara yang ada, hingga saat ini baru tiga unit yang berhasil dipugar seperti sedia kala.

Lamanya proses pemugaran bukan tanpa sebab. Selain memang sulit pengerjaannya, batu-batu penyusun candi banyak yang hilang. Sementara petugas tak bisa menggunakan sembarang batu untuk menyusun sebuah candi. Meskipun wujud dan bentuk candi-candi perwara tersebut sama antara satu dan lainnya.

Ketua Unit Candi Prambanan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogjakarta Manggarsari Ayuati menuturkan, butuh waktu sekurang-kurangnya 11 bulan untuk memugar satu candi. Estimasi waktu itupun belum termasuk masa studi kelayakan komponen candi.

“Observasinya bisa lebih lama. Terutama untuk mencari kecocokan bangunan. Sementara semua komponen batu tersebar,” kata Manggar, sapaan akrabnya, di Kompleks Candi Prambanan..

Dikatakan, proses pemugaran harus melalui studi kelayakan dahulu. Sebab, jika komponennya tidak komplit, batu-batuan penyusun candi tidak bisa dipasang. Bahkan, pemugaran kali ini hanya 75 persen batuan yang asli. Kekurangannya dilengkapi dengan batu putih dan andesit.

Manggar menengarai, banyaknya batu penyusun candi yang hilang akibat terbawa banjir pada masa lampau. Selain itu, sebagian batu dimanfaatkan oleh warga sekitar candi untuk keperluan rumah tangga. Paling sering digunakan untuk pondasi bangunan rumah.