RADARJOGA.CO.ID-Dua tugu wayang menggantikan Tugu Adipura di kompleks Alun-alun Purworejo mulai bisa dinikmati warga. Wayang yang menggambarkan aktivitas warga maupun kekhasan Purworejo keberadaannya cukup mencolok karena berwarna putih, akan semakin menarik di malam hari.

Penggantian dua tugu sebelumnya tersebut disambut baik oleh masyarakat, salah satunya Ali Wafa, 30, warga Kelurahan Sindurjan, Kecamatan Purworejo. Penggatian itu menjadi simbol perubahan pemandangan di Purworejo yang selama ini dinilai monoton saja.

“Cukup menarik dipandang walupun belum seluruhnya bisa terlihat karena masih dalam proses pengerjaan,” kata Ali Wafa.

Dirinya yakin, penggantian tugu itu akan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat jika sudah benar-benar jadi. Warga, utamanya anak-anak muda akan sangat cepat memanfaatkan hal baru sebagai latar belakang dan diunggah ke media sosial yang dimiliki.

“Saya yakin, jika sudah bisa diambil gambarnya dengan baik akan menjadi pilihan baru bagi anak muda untuk berfoto di kawasan tersebut,” tuturnya.

Harapannya, tugu wayang yang ada sekarang juga menjadi titik tonggak dari perubahan di Kabupaten Purworejo dimana akan segera disusul dengan penanganan Alun-alun Purworejo di tahun 2017 ini.

“Dengan ditanganinya Alun-alun Purworejo pastinya bisa menjadi salah satu ikon baru di Kabupaten Purworejo, tidak hanya sekedar paling luas tapi juga paling cantik,” harapnya.

Tidak semua warga menyatakan dukungannya, Habib Hamidi, 26, mahasiswa perguruan tinggi swasta di Purworejo menyayangkan adanya perubahan bentuk tugu. Dirinya meihat bahwa tugu lama telah ikonik dan melekat dengan Purworejo.

“Banyak komunitas-komunitas di Purworejo yang menggunakan bangunan tersebut sebagai logonya. Karena bentuknya yang sederhana dan sudah menjadi ciri khas Purworejo,” ungkap Habib.

Tugu wayang yang ada sekarang ini, dinilainya tidaklah bisa dikatakan mencerminkan Purworejo. Karena gunungan bukan ciri khas Purworejo tapi Jawa Tengah. Meski di dalam gunung ada relief tentang Purworejo tapi hal itu hanya terlihat samar.

“Mungkin maksudnya baik dimana dijelaskan mengenai Purworejo dari relief wayang, tapi hal itu baru terlihat jelas kalau sudah dekat. Kalau dari kejauhan hanya terlihat putih saja,” tandas Habib. (udi/dem)