RADARJOGJA.CO.ID – Bupati Bantul Suharsono benar-benar serius menghadapi kasus Camat Pajangan Yulius Suharta yang mengalami penolakan oleh sebagian warga. Dengan kemampuan intelejennya, pensiunan perwira menengah Polri itu melakukan penyamaran. Dia menyelinap ke Pajangan dan berbaur dengan warga setempat.

Dari penyamarannya selama beberapa hari ini, orang nomor satu di Bumi Projotamansari itu memperoleh hasil cukup signifikan. Ternyata, tak semua warga Pajangan menolak kehadiran Yulius Suharta. Seperti klaim yang dilontarkan beberapa tokoh masyarakat setempat selama ini.

Tanpa pengawalan, Suharsono melepas semua atribut yang melekat pada dirinya. Sehingga masyarakat tak mengenal siapa dia sesungguhnya.

“Ternyata, banyak warga tak tahu kalau ada penolakan camat. Mereka juga tak keberatan (dengan Yulius Suharta),” bebernya, Minggu (15/1).

Informasi serupa diperoleh Suharsono saat Salat Jumat di Kelurahan Guwasari. Menurutnya, warga di sana juga tidak keberatan dengan Yulius Suharta. “Mereka malah mendukung sebagai bentuk keberagaman,” lanjutnya.

Dari penelusurannya itu Suharsono menyimpulkan, penolakan terhadap Yulius sebagai camat Pajangan hanya dilakukan segelintir orang.

Kendati demikian, Suharsono belum mau membocorkan rencananya terkait nasib Yulius ke depan. Apakah dipertahankan atau dirotasi. Sebagaimana hasil audiensi dengan warga penolak Yulius Senin (9/1). Ada kemungkinan Yulius dilukir dengan Camat Bambanglipuro Alwi.

“Yang pasti pemerintah tetap mengedepankan keberagaman dan berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah tokoh masyarakat Pajangan menolak penempatan Yulius Suharta yang baru dilantik 30 Desember 2016. Mereka meminta bupati segera melakukan pergantian camat.

Sikap Suharsono mendapat dukungan penuh dari DPRD Bantul. Ketua Fraksi Partai Gerindra Enggar Suryo Jatmiko siap mengawal semua kebijakan bupati. “Apapun yang menjadi kebijakan bupati, kami berada di garda terdepan,” ujar Miko, sapaan akrabnya.

Miko meyakini penempatan Yulius sebagai camat Pajangan sudah melalui pertimbangan matang. Termasuk serangkaian tahapan assessment. Apalagi, Suharsono pernah punya pengalaman panjang sebagai anggota tim rekrutmen di kepolisian. “Beliau memahami betul saat penempatan seluruh anak buahnya,” ucapnya.

Miko mengajak seluruh elemen masyarakat, tak terkecuali seluruh anggota DPRD Bantul untuk coolling down. Agar polemic di Pajangan tak berlarut-larut. Jika dibiarkan berkepanjangan, Miko khawatir polemik tersebut berubah menjadi benang kusut yang makin susah diuraikan.

Dalam perkara tersebut, Miko mengimbau masyarakat lebih memberikan ruang bagi bupati untuk menuntaskan persoalan. (zam/yog/mar)