RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Calon jamaah haji Sleman mendapat angin segar. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sleman memastikan adanya pemangkasan daftar antrean. Itu setelah pemerintah pusat memutuskan menambah kuota sedikitnya 20 persen untuk wilayah Sleman.

Dengan penambahan ini, kuota calon haji (calhaj) kembali seperti semula. Atau sebelum adanya pengu-rangan pada periode 2013-2016.

Dulu, sebelum ada pengurangan, Sleman memberang-katkan 1.200 calhaj ke Tanah Suci. Setelah dikurangi, hanya 994 jamaah yang diberangkatkan. “Sekarang kembali normal seperti dulu,” jelas Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Silvia Rosetti kemarin (15/1).

Konsekuensi kebijakan tersebut akan berdampak pada masa tunggu pemberangkatan calhaj. Jadwal pembe-rangakatan dipastikan maju dari sebelumnya. Sehingga jadwal keberangkatan lebih cepat dari rencana yang diagendakan semula.

“Kalau mendaftar sekarang, daftar tunggu bisa 20 tahun dengan estimasi kuota normal. Jumlah daftar tunggu haji di Sleman sekitar 20 ribuan orang,” tutur Silvi, sapaan akrabnya.

Kendati demikian, kepastian penambahan kuota calhaj tersebut belum final. Kanwil Kemenag Sleman masih menunggu surat keputusan resmi dari pemerintah pusat. Penambahan kuota calhaj memang telah diumumkan oleh pemerintah pusat beberapa waktu lalu. Namun, kepastiannya tetap berdasarkan surat yang akan dikirim oleh Kemenag Pusat melalui Kanwil Kemenag DIJ.

Mengenai realisasi penambahan kuota, Silvi juga belum bisa memastikan-nya. Bisa tahun ini atau 2018.Lebih lanjut Silvi menjelaskan, kembali normalnya kuota calhaj sebagai imbas dari proyek renovasi kawasan Masjidil Haram. Saat ini Pemerintah Arab Saudi telah meram-pungkan tahapan akhir kawasan tersebut. “Masalah kuota memang kebijakan langsung Pemerintah Arab Saudi,” ungkapnya. (dwi/yog/ong)